SELAIN destinasi populer seperti Pantai Iboih dan Gapang, Pantai Anoi Itam, kawasan wisata gunung api Jaboi.Kota Sabang sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Ujung Barat Indodesia. Masih banyak kawasan wisata lainnya yang tidak kalah menariknya, dengan panorama menakjubkan, menciptakan suasana tenang dan menyegarkan.
Penguatan infrastruktur pendukung pariwisata di berbagai kawasan wisata di Kota Sabang, masih menjadi perhatian Pemeritah daerah setempat dengan terus berbenah. Untuk pengembangan fasilitas pendukung perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terkait, baik pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku pariwisata.
Seperti halnya Pantai Keramat Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya Sabang menyajikan pemandangan senja yang menakjubkan. Kini mulai dilirik dan ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan.
Kelestarian ekosistem pesisir dengan pengelolaan yang dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan. Pantai Keramat Ie Muelee Sabang mulai dikembangkan sebagai ekowisata Penyu dan kawasan konservasi, edukasi, dan wisata ramah di Kota Sabang.
Menelusuri lebih jauh, pengunjung akan menemukan pantai yang tak kalah indahnya, Pantai Keramat. Tidak seperti namanya, pantai ini tidak menghadirkan kesan seram sama sekali. Sebaliknya suasana di sekitar pantai terasa lebih ramai dan semarak. Di pinggiran pantai, terdapat jejeran jambo-jambo yang digunakan sebagai area berjualan.
Salah satu daya tarik pantai ini terletak tepat di depan hamparan Selat Malaka, menjadikan tempat ini sebagai titik terbaik untuk menyaksikan puluhan kapal dagang dan kapal nelayan lalu lalang melintas sambil menikmati secangkir kopi.
Para pedagang hadir menjajakan berbagai macam menu hidangan yang menggugah selera. Tidak hanya makanan, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pantai sembari menikmati gorengan panas.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan semilir angin laut amat memanjakan indera penciuman serta menambah kenikmatan rasa.
Lokasi ini juga menjadi tempat favorit berkumpulnya para kawula muda. Bukan tanpa alasan, berkat kehadiran warung kopi dengan konsep estetik di sekitar kawasan pantai membuat anak muda berbondong-bongdong mengunjungi kawasan ini dengan tujuan duduk santai, berbincang hangat sembari menikmati secangkir kopi atau hanya sekedar berselfie dan berfoto ria bersama teman tercinta.
Ekowisata Konservasi Penyu
Pemerintah Kota Sabang launching Kawasan Ekowisata Penyu Ie Meulee. Peresmian perdana yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, di Pantai Keramat Ie Meulee, dirangkai dengan edukasi lingkungan serta pelepasan tukik sebagai simbol upaya konservasi berkelanjutan.
Pelepasan tukik penyu sisik di tepi pantai tersebut turut melibatkan siswa SD Negeri 5 Sabang dan TK Negeri 7 Sabang, sebagai bagian dari edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan dan satwa laut.
Walikota Sabang mengatakan, penyu sisik merupakan satwa laut langka yang keberadaannya harus dijaga bersama. Ia menyebutkan, penyu sisik hanya ditemukan di beberapa wilayah tertentu, sehingga upaya pelestariannya di Kota Sabang membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.
Penyu sisik ini adalah hewan langka yang harus lestarikan. Karena itu, diharapkan kepada warga Ie Meulee, masyarakat Sabang, dan terkhusus kepada kelompok-kelompok yang selama ini sudah berupaya melestarikan penyu sisik, agar terus menjaga ekosistemnya.
Pemerintah Kota Sabang berkomitmen menjaga kawasan habitat penyu, termasuk dengan membatasi pembangunan yang berpotensi mengganggu ekosistem. Pemerintah juga akan memanfaatkan anggaran gampong untuk mendukung langkah-langkah perlindungan habitat penyu di kawasan Ie Meulee.
“Pengembangan Ekowisata Penyu Ie Meulee sebagai kawasan konservasi, edukasi, dan wisata ramah lingkungan yang perlu didukung dengan regulasi melalui Peraturan Wali Kota serta penguatan qanun. Untuk itu, dukungan dan kolaborasi semua pihak sangat diharapkan agar konservasi penyu di Kota Sabang dapat berjalan maksimal,” ujar Wali Kota Sabang.
Pendamping Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Konservasi Bahari Ie Meulee, Marzuki, menjelaskan pelepasan penyu sisik tersebut merupakan yang pertama dilakukan di Kota Sabang. Sebanyak 82 ekor tukik dilepas ke laut, hasil dari upaya penyelamatan telur penyu yang direlokasi untuk menghindari gangguan di habitat alaminya.
Mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga kementerian terkait, termasuk dalam penyediaan sarana pendukung seperti penangkaran, pos pantau, dan patroli kawasan.
Pantai Keramat Ie Meulee yang ditumbuhi pohon pandan merupakan ekosistem alami penyu sisik sehingga harus dijaga dan tidak ditebang.
Secara ilmiah, penyu akan kembali ke pantai tempat ia menetas, karena itu kawasan Ie Meulee perlu dilindungi secara konsisten agar tetap aman sebagai habitat penyu, ujar Marzuki.

Suasana semakin terasa nyaman dengan iringan suara deburan ombak yang datang silih berganti. Kehadiran warung kopi dan para pedagang makanan menjadikan kawasan Pantai Keramat Sabang tidak hanya sebagai tempat menikmati keindahan alam, dan ekowisata Penyu, tetapi juga sebagai ruang bersantai, berkumpul bagi masyarakat dan pengujung.[ADV]

















