Aceh Kekurangan Guru Produktif

halaman7.com – Banda Aceh: Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Aceh Baihaqi SPd MPd mengungkapkan, saat ini, Aceh terjadi kekurangan tenaga pengajar khususnya guru produktif di bidang tertentu.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita bersama agar segera didapatkan solusi, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” kata Baihaqi saat melakukan pertemuan dengan anggota Komisi X DPR RI, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, di kediamannya, Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin 15 Juni 2020.

Dikatakan, pertemuan itu dalam rangka percepatan peningkatan mutu pendidikan di Aceh khususnya bidang Vokasi sekaligus menyamakan persepsi dengan anggota DPR RI yang membidangi pendidikan dalam rangka membangun pendidikan di Aceh khususnya bidang vokasi.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Ketua MKKS SMK Banda Aceh, Muhammad Husin MPd, Ketua MKKS SMK Aceh Besar Muhammad Amin MP dan Ketua MKKS SMK Pidie, Iskandar MPd, Sekretaris Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Fitriadi, MPd dan beberapa kepala SMK.

“Kebetulan saat ini, Aceh memiliki anggota DPR RI yang mendapat wewenang di bidang pendidikan.  Sehingga harapannya, program-program nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud) dapat diselaraskan dengan program yang ada di Pemerintah Aceh,” jelas Baihaqi.

Ia menambahkan dalam pertemuan itu selain membahas peningkatan mutu pendidikan vokasi di Aceh, juga menyampaikan tentang keberadaan guru-guru produktif SMK agar dibuka peluang menjadi PNS untuk mengisi kekurangan guru.

INFO Pendidikan: 

Anggota komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal, menanggapi program-program dan masukan yang disampaikan pengurus MKKS SMK Aceh terkait mutu pendidikan. Selanjutnya akan membahasnya dengan stakeholder yang memiliki wewenang di bidang Pendidikan, terutama Kemdikbud.

“Terkait adanya kekurangan guru produktif, maka MKKS SMK Aceh agar dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menyiapkan database kebutuhan guru. Sehingga dapat dianalisis berapa banyak guru yang dibutuhkan dan pada bidang apa saja,” kata mantan Walikota Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Illiza juga menyinggung tentang program Center of Excellence (CoE) untuk SMK yang diluncurkan Kemdikbud. Harapannya akan menjadi program yang bagus untuk peningkatan mutu pendidikan vokasi.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, juga mengapresiasi pengurus MKKS SMK Aceh yang telah menyampaikan ide-ide bagus dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Vokasi di Aceh.

“Terima kasih kepada pengurus MKKS SMK Aceh, yang telah menyampaikan program-program peningkatan mutu pendidikan di SMK, mudah-mudahan ini menjadi catatan penting bagi kita untuk memajukan pendidikan di Aceh,” tutupnya.[fl | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *