Krueng Langsa Erosi, Sejumlah Rumah Terancam Amblas ke Sungai

halaman7.com – Langsa: Sejumlah rumah di bataran Krueng Langsa terancam amblas ke sungai. Pasalnya, hujan yang turun dalam beberapa hari ini membuat arus daerah aliran sungai (DAS) Krueng Langsa terkikis (erosi). Tepatnya di Lorong Kuburan Gampong (desa) Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama.

Menurut warga setempat, kondisi ini ternyata sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Hingga saat ini, belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah setempat melalui instansi terkait.

Pantauan di lapangan, Minggu 5 September 2021, terlihat kawasan bantaran DAS Krueng Langsa, debit airnya tinggi. Arus sungai di Gampong Sidorejo yang berbatasan dengan Gampong Sidodadi, mulai mengalami pengikisan.

Salah seorang warga gampong setempat, Afriadi (41 tahun) mengakui, pengikisan bantaran  DAS Krueng Langsa, sudah lama terjadi. Tapi selama sepekan ini lebih parah karena intensitas hujan yang tinggi. Sehingga air dari gunung pergununga mengalir deras memenuhi Krueng Langsa.

“Lihat saja, talut disepanjang bantaran sungai sudah roboh. Sementara dapur rumah saya berpapasan dengan talut tersebut. Apabila tidak segera diperbaiki rumah saya bisa amblas,” ujarnya.

Dikatakan, untuk sementara mengantisipasi terjadinya erosi tidak begitu parah. Terpaksa membuat cerocok bambu dan membentengnya dengan tanah yang dimasukan ke dalam goni.

Diharapkan, ada perhatian pemerintah daerah. Untuk segera diperbaiki. Terlebih di musim penghujan sekarang dikhawatirkan erosi akan berlanjut. Dikhawatirkan bila air sungai meluap akan menghantam tepian sungai. Tanahnya longsor dan mengikis pondasi pemukiman penduduk.

Keuchik Sidorejo, Tgk Shalahuddin, mengatakan pihaknya sudah pernah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).  Surat itu juga ditembuskan ke Walikota Langsa terkait prihal tersebut. Karena pihak gampong tidak mampu mengatasinya dengan menggunakan dana desa.

Karena anggaran perbaikannya besar. Kepala BPBD yang masih dijabat Ali Mustafa saat itu berupaya mengusulkan kegiatan tersebut melalui APBN.

Kepala BPBD Langsa saat ini, Nursal, saat dikonfirmasi mengatakan, sudah mengetahui informasi tersebut. Pihaknya, pada Sabtu 4 September 2021, sudah melakukan pengecekan untuk melihat langsung.

“Kita sudah kroscek ke lapangan dan agar segera melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujarnya.[habib | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *