Scooterist Antusias Ikuti Aceh Vespa Festival

Disbudpar: Sederhana tapi High Class

Scooterist melintasi objek wisata religi saat mengikuti Aceh Vespa Festival.[FOTO: h7- dok Budpar Aceh]

halaman7.com Aceh Besar: Ratusan scooterist memeriahkan kegiatan Aceh Vespa Festival 2022 yang digelar dari mulai Museum Tsunami hingga Pantai Tebing Lampuuk, Aceh Besar, pada Sabtu, 29 Oktober 2022. Peserta yang hadir juga dari berbagai kalangan yang masih eksis menunggangi Vespa.

Ajang pertemuan akbar para pecinta motor Vespa itu digelar oleh Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Tujuannya mempromosikan destinasi wisata yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan tema ‘Parade Vespa Wisata’.

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, meyakini dengan jumlah pecinta motor Vespa yang tinggi di Aceh. Diharap bisa ikut serta menggerakkan informasi soal kekuatan destinasi pariwisata di Tanah Rencong.

Menurut Almuniza, bukan berarti komunitas kendaraan lain tidak penting. Namun kali ini pihaknya memilih Vespa yang punya potensi itu.

“Kita ingin menggerakkan pariwisata dengan melibatkan seluruh pihak. Salah satunya melalui komunitas, yang kali ini kita pilih ialah Vespa. Tapi bukan berarti (komunitas motor) yang lain tidak penting ya. Kegiatan ini sederhana tapi high class,” kata Almuniza Kamal.

Komunitas Vespa di Aceh saat ini datang dari beragam latar belakang. Tak hanya orang tua saja melainkan ada anak-anak muda. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan ini kita buat juga untuk mempererat silaturahmi antar komunitas Vespa yang datang dari berbagai daerah di Aceh,” ucapnya.

Almuniza menuturkan, pihaknya terus berupaya berkolaborasi dengan semua pihak untuk memajukan pariwisata dan budaya Aceh, tanpa meninggalkan kearifan lokal.

“Saya ingin kita semua menjadi tour guide (pemandu wisata) yang kenal dengan potensi alam dan budayanya. Kami harap komunitas yang ikut serta dalam kegiatan ini dapat menjadi pilar penggerak dalam memajukan pariwisata. Dengan menunjukkan kepada masyarakat luar bahwa masyarakat Aceh adalah orang yang berbudaya dengan keramahtamahannya,” ujarnya.

Baca Juga  Puisi Sapardi Djoko Damono: Hari Kemerdekaan

Tentunya sesuai dengan tagline ‘Lestariakan Budaya, Majukan Pariwisata’. Ini hanya bisa dilakukan dengan kerja kolaborasi antarsektor yang diiringi strategi inovasi dan adaptasi.

Aksi Bersih Pantai

Setelah melewati rute parade wisata yang di mulai dari Museum Tsunami, Blang Padang, Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Rumoh Cut Nyak Dien, dan Gampong Nusa. Para scooterist berkumpul di Pantai Tebing Lampuuk.

Di sana, mereka juga melakukan aksi peduli lingkungan berupa bersih-bersih Pantai Lampuuk, yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di kalangan wisatawan domestik.

“Aceh sudah diberi labeling sebagai daerah syariat Islam. Maka Aceh harus menunjukkan sebagai daerah yang bersih. Mulai dari bersih hati, lingkungan, dan tentunya dalam menjaga kebersihan di destinasi wisata,” ungkap Almuniza.

Dengan suksesnya kegiatan tersebut, Disbudpar Aceh bakal mengadakan event serupa di tahun berikutnya dengan menghadirkan lebih banyak lagi komunitas motor.[**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *