Dampak Corona, Hunian Hotel di Banda Aceh Turun Dratis

halaman7.com – Banda Aceh: Dampak dari mewabahnya Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh hotel di kota Jawa dan Bali, tetapi juga terhadap hotel di kota Banda Aceh yang sudah mulai sepi pengunjung.

Hal ini tak lepas dari kebijakan pemerintah mengenai penanganan pencegahan Covid-19 di Kota Banda Aceh akibat semakin meluasnya penyebaran Covid-19 dan pihak Kyriad Muraya Hotel Aceh sudah melakukan tindakan preventif seperti sosialisasi kepada tamu dan karyawan.

Mulai pertengahan bulan Maret ini, okupansi Kyriad Muraya Hotel Aceh semakin menurun drastis. Kalau dilihat dari bulan lalu, okupansi bulan Maret ini sangat turun drastis. Banyak tamu yang cancel penginapan, dan even dikarenakan larangan dari pemerintah untuk melakukan kegiatan dinas di luar kantor.

“Okupansi Kyriad Muraya Hotel saat ini juga tidak lebih dari 20%,” kata Bambang Pramusinto, General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Rabu, 25 Maret 2020 malam.

Walaupun kondisi saat ini sangat menyedihkan, pihak Kyriad Muraya Hotel tetap beroperasi dan melakukan kegiatan untuk pencegahan Covid-19 di hotel, seperti sosialisasi kepada seluruh karyawan hotel, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan sanitizer ke tangan tamu yang masuk ke lobby, penyemprotan disinfektan ke seluruh tempat dan fasilitas hotel, dan juga arahan kepada tamu supaya menggunakan siku untuk menekan tombol lift.

“Walaupun kita sudah memberikan promo ‘Work From Hotel’ ini juga tidak menaikkan okupansi hotel, tapi kami sudah memaklumi kondisi ini, karena kesadaran masyarakat untuk social distancing dan gerakan stay at home agar tidak tertular virus corona yang sudah mewabah di Indonesia,” ungkap Bambang

Ia juga berharap semoga memasuki bulan suci Ramadhan kondisi Indonesia bisa normal seperti sediakala, dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khidmat bersama keluarga terdekat. Terlebih lagi, para perantau juga bisa mudik ke kampung halamannya.

“Maka dari itu, mari kita menjaga diri kita dan mengajak seluruh warga Kota Banda Aceh agar tetap di rumah selama mewabahnya Covid-19 di bulan ini,” ujar Bambang.

Management hotel juga mulai meliburkan para karyawan. Untuk semua karyawan wajib mengambil cuti tidak dibayar selama enam hari, setelah mereka menghabiskan cuti tahunannya. Hal ini terpaksa dilakukan karena harus mengurangi kerugian perusahaan akibat tidak adanya pemasukan, sementara biaya operasional terus berjalan.

“Pihak hotel juga terpaksa memutus kontrak kerjasama dengan beberapa pihak kedua demi efisiensi,” pungkas Bambang Pramusinto.[ril/red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *