Bupati Mursil: Laporkan Siapa yang Lakukan Pungli

halaman7.com – Aceh Tamiang: Bupati Aceh Tamiang Mursil menegaskan, tunjukan siapa pelaku Pungli di check point perbatasan Aceh-Sumut di kawasan Kejurun Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tamiang mengklarifikasi, Kamis 4 Juni 2020 dugaan adanya pemungutan liar Petugas Gabungan Chek Point Covid-19 perbatasan Provinsi Aceh – Sumatera Utara di Desa Arum Sari Kecamatan Kejuruan Muda Aceh Tamiang.

Kata Bupati, ditemukan adanya postingan yang beredar di Media Sosial bahwa ada pengutipan kepada setiap penumpang angkutan umum yang dimintai uang yang ingin memasuki Pos Chek Point perbatasan Aceh – Sumut tersebut.

Terkait pemberitaan tersebut, tegas Bupati,  tidak bisa dapat di pertangung jawabkan yang jelas karena tidak ada saksi langsung dan itu hanya opini, beritanya tidak jelas dan dari mana media tersebut berasal.

“Apabila ada petugas yang melakukan pemungutan liar tersebut tolong tunjukan kepada saya agar segera saya menindak lanjutinya,” tegas Mursil.

Sementara Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, mengatakan terkait dengan adanya pemberitaan yang diterbitkan salah satu media  yang menyatakan bahwa adanya pungli uang dari luar Aceh untuk masuk ke Aceh, menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar (hoaks).

Kapolres Aceh Tamiang Berharap kepada media tersebut untuk tidak mengekpos berita yang belum tentu kebenarannya karena hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

“Apabila terdapat petugas Polri yang melakukan pemungutan liar laporkan kepada saya dan saya akan menindak terhadap oknum anggota tersebut dan akan kita hukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan  Dandim 0117/ Aceh Tamiang  Letkol Inf Deki Rayusyah Putra. Menurut Dandim dugaan adanya pemberitaan Petugas Gabungan Pos Chek Point di perbatasan  Aceh – Sumut  yang melakukan pemungutan liar warga yang diluar Aceh untuk  diijinkan masuk ke wilayah Aceh tidaklah benar atau  hoaks.

“Saya kira seluruh petugas baik TNI, Polri, Dishub, Sat pol PP dan Dinas Kesehatan telah bekerja keras untuk menjaga Pos Covid-19 di perbatasan Provinsi Aceh – Sumut dengan sesuai aturan anjuran Protokol Kesehatan yang diberikan oleh Gugus Tugas dengan baik, dikarenakan wilayah Aceh mendapatkan Predikat Zona Hijau,” ujarnya.

Letkol Inf Deki Rayusyah Putra menegaskan apabila terdapat oknum petugas khususnya dari anggota TNI Kodim 0117/Aceh Tamiang agar langsung melaporkan kepada saya dan saya akan memberikan sanksi tegas memproses kepada anggota oknum tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam Instunsi TNI – AD.

Dandim 0117/Atam berharap kepada insan insan pers dan relawan yang ada di Aceh Tamiang bila mendapatkan oknum yang melakukan tindakan yang tidak benar agar melaporkan terlebih dahulu terhadap Pimpinan atau Komandan Satuan tersebut sehingga Forkopimda Aceh Tamiang tetap harmonis serta bersama-sama menjaga dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *