Gubuk Nurmiati Disulap Jadi Istana

halaman7.com – Pidie: Nurmiati (57 tahun) seorang janda tua di Gampong Mali Mesjid, Kecamatan Saksi, Kabupaten Pidie ini, akhirnya bisa menjalani hari tuanya dengan memiliki rumah yang layan huni.

Sujud syukur dan air mata haru tak terbendung, menetes Nurmiati saat kunci rumah diserahkan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada. Gubuk reot yang selama puluhan tahun ditempati dibedah Personel Polres Pidie menjadi istana.

Nurmiati mengaku selama ini tidak mampu membangun rumah sendiri karena penghasilannya sebagai buruh tani pas-pasan, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi rumah Nurmiati sebelum dibedah sangat memprihatinkan, rumahnya beratap daun rumbia, dindingnya terbuat dari kayu dan bambu. Saat musim hujan, gubuk tersebut bocor sehingga tidak layak untuk dihuninya.

Rumah Baru Nurmiati. FOTO h7 – dok Humas Polda –

Kapolda Aceh saat menyerahkan kunci rumah untuk Nurmiati, mengatakan kegiatan ini adalah rangkaian Baksos jajaran Polda Aceh dalam rangka Hari Bhayangkara dan program kue surga.

“Dana untuk membedah rumah Nurmiati berasal dari sumbangan Personel Polisi,” ujar Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ary Apriono, Sabtu 27 Juni 2020.

Kapolda yang didampingi Kapolres Pidie, juga menambahkan “kue surga” adalah program bersedekah atau berzakat dengan menyisihkan penghasilan untuk membantu masyarakat miskin.

Dikatakan Kapolda, bila zakat yang dikeluarkan warga bisa dikelola dengan baik, warga miskin di Aceh tidak ada lagi.

Makanya, lanjut Kapolda, zakat itu harus dikelola dengan baik dalam menghapus kemiskinan. Kalau (zakat) dikelola dengan baik, rumah tidak layak huni tidak ada lagi ditempati warga.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *