Pemerintah Aceh Diminta Bantu Pendidikan Anak Mantan GAM

halaman7.com – Jakarta: Pemerintah Aceh dalam hal ini, Plt Gubernur Aceh, H Nova Iriansyah, diminta untuk membantu kebutuhan belajar anak-anak mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Tidak hanya anak mantan GAM, para anak korban konflik dan korban Tsunami serta para yatim piatu lainnya juga harus dibantu,” ujar Aktivis Pro-Rakyat, Tarmizi Age di Jakarta, Kamis 16 Juli 2020.

Dikatakan, pendapatan Aceh saat ini bukan datang dengan sendirinya. Semua ini karena ada andil dari perjuangan semua pihak, termasuk mantan GAM.

Makanya diharapkan Pemerintah Aceh, terutama Plt Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk berusaha membantu anak-anak yang tidak mampu.

Eks GAM Denmark itu mengatakan, saat ini karena wabah Corona (Covid 19) yang juga dirasakan masyarakat Aceh, memaksa sekolah di Aceh diterapkan belajar online atau dalam jaringan (daring).

“Ini dipastikan para pelajar membutuh alat komunikasi canggih untuk keberlangsungan pendidikan, semisal ponsel cerdas, dan lainnya,” sebut Tarmizi Age.

Kehidupan orang kampung di Aceh, lanjut Tarmizi, jangankan mau beli ponsel cerdas (smartphone) ditambah kouta internet, untuk menghidupi keluarga saja terkadang harus bersusah payah mengais rezeki.

Menyikapi pentingnya pendidikan, maka Pemerintah Aceh diminta aktif turun kampung. Mengajak anak tidak mampu membiayai sekolah untuk di beri pendidikan gratis.

Alumni AMU, Aalborg, Denmark ini menambahkan, pemerintah kalau bisa turun kampung, jangan menunggu anak-anak bawa proposal ke kantor-kantor. Dengan dana Dana Otonomi Khusus (Otsus) hendaknya bisa ikut membantu anak Aceh mendapat pendidikan hingga ke pelosok.

“Apa lagi anak-anak yang orang tuanya atau keluarga mereka sudah tiada,” tutup Tarmizi Age yang ikut pada rapat persiapan Perdamaian Aceh di Fjerritlev, Denmark ini.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *