Anies Baswedan Ziarahi Makam Tjut Nyak Dhien

halaman7.com – Sumedang: Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional asal Aceh di Sumedang, Jawa Barat. Ziarah itu sidah diniatkan sebelumnya, sejak Anies menonton film Tjoet Nja’ Dhien.

“Sesudah beberapa waktu lalu menonton Tjoet Nja’ Dhien bersama keluarga. Begitu tahu ada agenda kerja sama di Sumedang. Langsung berniat sekaligus menyempatkan ziarah ke makamnya,” tulis Anies dalam akun facebooknya, Sabtu 12 Juni 2021.

Makam Cut Nyak Dien berada di Kampung Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, tak jauh dari alun-alun Sumedang.

Dalam status facebooknya Anies Basweda juga mengutip dan menulis sajak yang terukir di malam pahlawan wanita asal Aceh itu.

Karena djihadmu perdjuangan,

Atjeh beroleh kemenangan,

Dari Belanda kembali ke tangan,

Rakjat sendiri kegirangan.

Itulah sebab sebagai kenangan,

Kami teringat terangan-angan,

Akan budiman pahlawan djundjungan,

Pahlawan wanita berdjiwa kajangan.

Dalam uraian panjangnya, Anies menulis dalam status fesbuknya: Itulah sajak yang terukir di Makam Cut Nyak Dien di Sumedang. Pahlawan asal Tanah Rencong itu sangat dihormati warga Sumedang, daerah tempat Cut Nyak Dien diasingkan seusai ditangkap tentara Belanda.

“Di film Tjoet Nja’ Dhien kita mengagumi cerita perjuangannya di Aceh. Hingga akhirnya pada 1906, Cut Nyak Dien ditangkap Belanda, diasingkan ke Sumedang karena takut akan terus mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh,” tulis Anies.

Walau diasingkan ke Sumedang semangatnya untuk terus berjuang tidak padam, Cut Nyak Dien berjuang lewat jalan dakwah.

Cut Nyak Dien menghabiskan dua tahun terakhir hidupnya di pengasingan dengan mengajar penduduk sekitar mengaji Alquran dan bahasa Arab. Penduduk Sumedang lebih mengenal Cut Nyak Dien dengan panggilan penghormatan: Ibu Prabu atau kadang disebut juga ibu suci.

Hingga wafatnya pada 6 November 1908, penduduk Sumedang tidak tahu kalau ia seorang pejuang. Makam Cut Nyak Dien baru ditemukan kembali pada tahun 1959 berkat pencarian oleh Gubernur Aceh, Ali Hasmy, berdasarkan data yang ditemukan di Belanda.

Perjuangan Cut Nyak Dien di tanah Sumedang memang singkat, tapi semangatnya tetap abadi digelorakan warga Sumedang hingga hari ini, demikian status Aneis.

Dalam facebooknya tersebut, Anies juga terlihat berdoa. Seperti yang terlihat dalam beberapa foto yang diunggahnya tersebut.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *