Penerapan Nilai Pancasila untuk Generasi Muda dalam Cegah Narkoba

Oleh: Subhan Tomi

DALAM momentum semangat hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2021 lalu. Marilah kita menanamkan Pancasila pada generasi muda menjadi salah satu solusi untuk memerangi narkoba.

Sampai hari ini penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau generasi muda masih menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya merusak perkembangan mental secara pribadi. Kondisi ini tentunya menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi bangsa dan Negara Indonesia.

Dimana pada masa-masa pandemi Covid-19. Kita bisa merasakan terjadi ketidakstabilan dalam segala hal di sendi kehidupan. Tetapi hal ini justru dimanfaatkan para gembong narkoba untuk melancarkan aksi-aksi nya dengan merusak generasi muda melalui peredaran gelap narkoba.

Penyebaran narkoba hingga kini hampir tidak dapat dicegah lagi masyarakat dengan mudahnya bisa mendapatkan barang haram tersebut. Maka kita wajib menanamkan ideologi Pancasila pada generasi milenial ini karena di dalam Pancasila terkandung makna yang luar biasa, budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat yang luhur.

Pengamalan nilai-nilai pancasila tentunya akan membawa pada perkembangan kehidupan masyarakat yang berketuhanan, berperi-kemanusiaan, bersatu, berkerakyatan, dan berkeadilan.

Sebaliknya, lunturnya pengamalan nilai-nilai dasar tersebut akan menyebabkan berbagai tindakan disorder yang dapat menancam seluruh lini kehidupan. Salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau generasi muda.

Kelompok usia remaja merupakan kelompok yang rentan pada penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Apabila generasi muda ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pasungan dampak buruk narkoba tersebut.

Bagaimana mereka akan berpartisipasi dalam menunaikan janji kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia. Sebab itu, internalisasi nilai-nilai pancasila di kalangan remaja dirasa sangat diperlukan agar sikap dan perilaku para remaja senantiasa dijiwai nilai-nilai luhur Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Inilah nilai dasar untuk kehidupan kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

Didalam butir sila pertama Pancasila yang berbunyi “ketuhanan yang maha esa”. Artinya jika kita menanamkan nilai ketuhanan, maka kita akan mampu meningkatkan nilai keimanan kita sehingga kita mampu melawan godaan narkoba. Sedangkan dalam sila kedua Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Memiliki arti yakni segenap bangsa dan rakyat Indonesia diakui serta diperlakukan sebagaimana mestinya sesuai harkat serta martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Nilai-nilai Pancasila ini dilandasi pada pernyataan bahwa semua manusia memiliki derajat, martabat, hak dan kewajiban yang sama. Manusia sebagai mahluk yang berbudi luhur, beradab dan diciptakan untuk tidak saling merugikan satu sama lain. Makna ini terkandung dalam sila kedua Pancasila yang berarti bahwa sila ke-2 dapat menjadi solusi dari permasalah penyalahgunaan narkotika.

Sila ke dua, jika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadikan manusia tahu mana yang baik dan mana yang buruk, bersikap sesuai dengan nilai luhur budaya Indonesia. Manusia akan lebih tahu bahwa narkoba dapat membahayakan dirinya dan jika narkotika disebar luaskan maka akan dapat merugikan orang lain karena dapat berujung pada kematian.

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Sila ini bermakna tentang nilai kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Solusi yang dapat diambil dari sila ketiga ini adalah dengan bersatunya rakyat Indonesia dalam memerangi pengedaran dan penyalahgunaan narkoba sampai ke akar-akarnya sehingga tidak ada lagi masalah narkoba di Indonesia.

Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila ini bermakna tentang nilai demokrasi, musyawarah, rasa kebijaksanaan, dan juga tanggung jawab.

Solusi yang dapat diambil dari sila keempat adanya rasa peduli dan tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan. Saling menjaga untuk tidak terjerumus menggunakan dan mengedarkan narkoba demi kebaikan dan keselamatan bersama.

Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini bermakna tentang nilai hukum, keadilan, dan gotong royong, menurut saya solusi yang dapat diambil dari sila kelima adalah menghukum pengedar dan pengguna narkoba dengan seadil-adilnya tanpa memandang bulu baik itu pejabat ataupun public figure, menghakimi pengedar dan pengguna narkoba sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Penulis, ASN di Aceh Singkil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *