16 KK Warga Gunung Pulo Mengungsi Akibat Banjir, Dandim Aceh Barat Langsung Terjun ke Lapangan

halaman7.com – Aceh Barat: Belasan Kepala Keluarga (KK) warga Gunung Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, terpaksa mengungsi akibat banjir musiman yang melanda daerah mereka. Banjir ini, diakibatkan tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.

Mendengar kabar itu, Dandim Aceh Barat, Letkol lnf Dimar Bahtera di dampingi Danramil Arongan Lambalek, Kapten lnf Rahmad Edi langsung meninjau lokasi banjir, Jumat 9 Juli 2021.

Kehadiran Dandim bersama Danramil Arongan ingin melihat kondisi warga yang tinggal di Desa Gunong Pulo.

Menurut Sekdes Gunung Pulo, Bustami dari total 106 KK warga setempat. Sebanyak 16 KK diantaranya terpaksa mengungsi ke rumah saudara dan tetangga.

“Untuk saat ini kondisi air secara perlahan sudah mulai surut. Air hanya menggenangi badan jalan dan halaman rumah warga dengan ketinggian sekitar 20 cm hingga 40 cm,” ungkap Bustami

Bustami juga menjelaskan, dengan kondisi seperti ini. Maka pihak Gampong berinisiatif untuk memberikan bantuan Sembako kepada masyarakat.

Dikatakan, masyarakat Gunong Pulo sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pekebun. Jadi, banjir ini sangat berdampak pada kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk itulah aparatur desa berinisiatif memberikan bantuan sembako. Berupa beras, mie instan, telur ayam dan minyak makan.

“Bantuan itu bersumber dari dana APBG Tanggap Darurat. Sementara dari Dinas Sosial, kita diberi bantuan berupa satu unit Tenda pengungsian,” terang Bustami.

Dandim Aceh Barat menilai, langkah yang diambil aparat desa sudah sangat tepat. Sebab, tindakan tersebut setidaknya sudah bisa meringankan beban masyarakat yang tengah dilanda musibah.

“Saya menyimak dan menangkap apa yang dipaparkan Sekdes. Ini sangat luar biasa. Dalam kondisi seperti inilah cerminan kepedulian antar sesama harus diutamakan. Kami dari pihak TNl akan menjadi garda terdepan dan siap bahu membahu melakukan pembenahan maupun pembersihan ketika air sudah surut,” ujar Dandim.

Dikatakan, jika volume air masih ada. Maka Babinsa setiap saat akan siaga dan memantau perkembangannya dan siap 24 jam membantu warga apabila dibutuhkan. Pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan Pemda Aceh Barat maupun instansi terkait. Guna mencari solusi agar masalah banjir ini bisa teratasi.

“Mengingat banjir ini adalah banjir musiman,” ungkap Dandim.

Dandim juga mengimbau warga agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang sewaktu – waktu bisa saja menimbulkan bencana.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *