Sabang Siapkan Strategi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

halaman7.com – Sabang: Pemerintah Kota (Pemko) Sabang mempersiapkan strategi dalam mempercepat menanggulangi kemiskinan. Salah satu strategi itu, dengan menggelar Musrenbang Tematik terkait percepatan penanggulangan kemiskinan di Kota Sabang.

Sejauh ini, angka kemiskinan di Kota Sabang sampai dengan 2020 telah mengalami penurunan. Tercatat, pada 2017 angka kemiskinan di Sabang berada di angka 17,66%. Namun pada 2020 berhasil turun menjadi 14,94%.

“Sedangkan Indek Pembangunan Manusia di Sabang saat ini sangat baik. Yakni 75,8%. Itu masih lebih baik dari rata-rata IPM di Aceh dan nasional,” ujar Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar ST MT pada Musrenbang yang berlangsung di aula Bappeda Kota Sabang, Kamis 2 September 2021.

Faisal mengatakan, meski mengalami penurunan. Namun masih diperlukan strategi dan langkah percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Sabang agar lebih signifikan lagi kedepannya.

“Untuk mencapai hasil tersebut. Ada beberapa strategi penanggulangan yang dilakukan. Diantaranya mengurangi beban masyarakat. Meningkatkan pendapatan masyarakat. Mengurangi biaya transaksi ekonomi. Meningkat kualitas SDM. Menjaga stabilitas pangan, dan mengatasi dampak bencana.

Faisal menjelaskan, sejauh ini Pemko Sabang telah mengalokasikan anggaran yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Seperti program mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Dana pendidikan dari tingkat dasar, menengah serta perguruan tinggi.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk biaya penyediaan pola ketersediaan gizi layanan Kesehatan bagi anak umur 0-6 tahun melalui program Geunaseh. Biaya beban rekening listrik dan gas elpiji bagi masyarakat yang kurang mampu, dan bantuan sosial lainnya.

Untuk program peningkatan pendapatan masyarakat dan stabilitas pangan. Telah digarap lahan pertanian yang terlantar. Untuk pengembangan produksi cabe merah, bawang merah, padi gogo, jagung, ketela, dan komoditi perkebunan lainnya.

“Ada juga bantuan pemberdayaan masyarakat. Baik di bidang pertanian dan perikanan serta Perindag dan UKM,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Yakni waktu pelaksanaan kegiatan yang masih belum cepat dalam realisasinya.

“Makanya hari ini, kita duduk bersama selain membahas terkait percepatan penanggulangan kemiskinan. Menyepakati komitmen percepatan realisasi program penanggulangan kemiskinan ini agar tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya.[M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *