Ini Deretan Nama Bursa Calon Ketua PBNU Mendatang

halaman7.com – Jakarta: Nahdlatul Ulama direncanakan pada Desember 2021 mendatang, akan menggelar Muktamar ke 34. Agenda utamanya yakni memilih ketua umum (Ketum) PB NU untuk lima tahun mendatang.

Jelang muktamar NU ini, kini muncul sejumlah nama ke permukaan yang nantinya akan bertarung memperebutkan Ketum PN NU. Sejumlah nama itu tentunya tak asing lagi dikalangan ulama dan masyarakat Indonesia.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Syamsul Maarif mengungkap beberapa nama yang muncul dalam bursa Ketum. Seperti Ketum PBNU saat ini, Said Aqil Siraj. Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU Marsudi Suhud hingga Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar.

Ketua Umum PBNU mengemban masa jabatan selama lima tahun. Jabatan Ketua Umum Said Aqil Siraj sedianya berakhir pada 2020 lalu. Namun, jabatannya diperpanjang seiring penundaan Muktamar NU ke-34 karena pandemi virus corona.

Syamsul menegaskan pemilihan Ketum PBNU di Muktamar tak seperti ajang Pilkada. Karena kebersamaan dan kekompakan pasti ditunjukkan kader-kader NU dalam tiap gelaran muktamar PBNU.

Ia juga menekankan bahwa pemilik suara sah dalam muktamar PBNU adalah PWNU dan PCNU yang tersebar di berbagai wilayah.

“Di NU itu kan lebih mengedepankan kebersamaan dan enggak hanya logika yang didahulukan.Tapi ada nilai-nilai spiritualitas. Itu penting,” kata dia.

Muktamar NU diputuskan digelar 23-25 Desember 2021, di Lampung atas inisiatif KH Said Agil Siradj.  Didukung KH Miftakhul Ahyar dan diputuskan dalam rapat pleno Munas NU yang berlangsung di Jakarta.

Syamsul pun menggarisbawahi kriteria utama calon Ketua Umum PBNU berikutnya. Yakni memiliki komitmen besar untuk membangun NU ke depan.

Ketum PBNU baru kelak dipilih lewat voting di Muktamar NU. Beberapa pengurus wilayah NU bahkan sudah terang-terangan mendukung tokoh tertentu untuk mengisi kursi Ketum PBNU berikutnya.

Salah satunya dukungan kepada Yahya Cholil Staquf datang dari mayoritas kiai-kiai dan pengurus cabang NU di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jelang Muktamar, Kakak dari Menteri Agama, KH Yahya Cholil Staquf yang saat ini menjabat Khatib Am juga dorong sebagai Ketum PBNU.

Kalangan anak muda dan santri milenial juga jauh hari sebelum Munas NU menggadang-gadang 3 Gus milenial NU yang saat ini sangat popular. Yakni Gus Bahauddin Nur Salim, Gus Kautsar (Pondok Ploso, Mojo Kediri), Gus Helmy (Sekjend PBNU) dan Gus Reza (Ponpes Lirboyo, Kediri) serta beberapa nama lain.

Beberapa hari ini, Kiai Said Agil Siradj juga menyatakan siap maju untuk ketiga kalinya memimpin PBNU (siap tiga periode). Habib Luthfy bin Hasyim Yahya juga digadang-gadang menjadi calon kuat Rais Am PBNU.

Dukungan kepada Habib Luthfy datang dari Ketua Ikatan Habaib NU (IKHNU), Habib Salim bin Salahudin Salim Jindan.

Yang cukup mengejutkan di Minggu kedua bulan Oktober ini ada 5 posisi teratas hasil survey Indobarometer yang diketuai Chairul Umam dengan 1.200 responden dan human eror 3%. Posisi teratas KH Marzuki Mustamar, disusul KH Mutawakil Alallah, posisi ketiga KH Bahaudin Nursalim. KH Said Agil Siroj di posisi keempat dan KH Yahya Cholil Staquf diposisi kelima.[Aji Setìawan | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *