Mendadak Prajurit Kodim Aceh Barat Tes Urine, Hasilnya…

halaman7.com – Aceh Barat: Upaya strategis dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran Narkotika di tubuh TNl. Kodim Aceh Barat secara mendadak mengecek dan tes urine seluruh prajurit.

Tes urine ini sekaligus sosialisasi P4GN di Makodim, Senin 1 Nopember 2021.

Kegiatan ini merupakan program berkala semester 2021 dengan mengutamakan Protokol Kesehatan (Prokes).

Pasi lntel Kodim Aceh Barat, Kapten lnf Rahmad Edy mengatakan, tes urine (urinalisis) merupakan metode pemeriksaan sebagai pendeteksi adanya zat terlarang dalam tubuh.

Kegiatan ini secara berkala rutin dilakukan. Mekanismenya sengaja mendadak guna mencegah tindak penyalahgunaan zat adiktif jenis narkotika ataupun obat-obatan terlarang lainnya. Sampel urine atau tes toksikologi bertujuan untuk mendiagnosis ada tidaknya keberadaan Narkoba di tubuh prajurit.

“Alhamdulillah hasilnya menunjukkan negatif,” ungkap Pasi lntel

Dandim Aceh Barat Letkol lnf Dimar Bahtera, menegaskan serta berkomitmen satuannya dalam melawan dan memberantas Narkoba. Termasuk akan menindak tegas manakala di temukan Personil yang terlibat. Baik sebagai pengguna apalagi pengedar.

Kodim selalu menekankan prajurit, keluarga dan lingkungannya mampu membentengi diri dari barang haram ini. Sebab, mengkonsumsi Narkoba tidak ada manfaatnya.

Sebaliknya, Narkoba sangat berdampak buruk bagi kesehatan, karena dapat menyerang sendi saraf otak. Akibatnya, saraf menjadi tumpul, kemampuan berpikir lemah sehingga dapat merusak masa depan.

Dandim melanjutkan, jajarannya akan konsisten dalam pemberantasan Narkoba.Khususnya di kalangan prajurit dan KBT. Salah satu upayanya dengan sosialisasi P4GN dan tes urine ini.

Apa yang dilakukan ini, merupakan upaya strategis dalam pencegahan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba yang penangannannya memerlukan peranan aktif dari segenap lapisan masyarakat.

Sebab, peredaran Narkoba saat ini sudah menyasar berbagai kalangan profesi tanpa memandang strata sosial.

“Untuk itu, jangan sampai ada Prajurit yang menjadi korbannya. Selalu waspada, karena transaksi Narkoba telah bermutasi dari modus operandi tradisional beralih dengan memanfaatkan teknologi secara daring dalam berbagai bentuk,” pungkas Dandim.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *