BURUK, Sistem Proteksi Kebakaran Gedung di Banda Aceh

PARA pembaca halaman7.com yang berbahagia dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Sebelumnya, jajaran redaksi mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan 1443 H/2022 M. Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT dan kita menjadi salah satu insane yang bertaqwa.

Memasuki hari kedua puasa ramadhan 1443 H, tahun ini. Kita dikejutkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin, 4 April 2022. Satu gedung besar yang menjadi pusat perbelanjaan dan mall terbesar di Aceh terbakar.

Mall yang di bangun di atas bekas terminal Stui, Banda Aceh yang ditukar guling dengan kawasan terminal AKAP, Batoh saat ini, ludes terbakar. Kobaran api yang mulai muncul sejak pagi jelang siang sekitar pukul 10.30 wib, ternyata mampu meluluh lantakan bangunan yang berdiri megah di Jalan Teuku Umar itu.

Bangunan yang berada di depan Masjid Kopiah Meuketoup, Stui itu, bagaikan dimakan rayap, pelan-pelan dilumat habis dengan bara dan kobaran api. Puncaknya, pada Senin 4 April 2022, malam, selepas magrib, kobaran api kembali menyala.

Jilatan lidah api yang buas dan liar itu dengan cepat merambat dan melumat bangunan suzuya mall bagian depan. Korbaran api yang begitu garang tak mampu dijinakan tenaga manusia hingga menjelang subuh dini hari, Selasa 5 April 2022.

Pada Selasa, 5 April 2022 itu tamatlah sudah cerita Aceh dengan memiliki mall yang mewah. Hanya sewidu alias 8 tahun umurnya, sejak diresmikan pada Nopember 2013 silam. Kini hanya tinggal cerita.

Pihak kepolisian, masih melakukan penyelidikan dengan menerjunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Medan. Guna memastikan, apa penyebab kebakaran tersebut sebenarnya. Apakah unsur kesengajaan atau human error atau juga karena masalah teknis listrik (arus pendek) yang juga harus kita akui buruk di Aceh saat ini.

Baca Juga  BNN Langsa Bazar Sembako Murah di Gampong Bersinar

INFO Terkait:

Tinggal cerita

Sistem Proteksi Buruk

Nah.. terlepas dari hasil penyelidikan yang masih dilakukan polisi. Satu yang perlu kita catat, bahwa sistem proteksi kebakaran gedung di Aceh, khususnya di ibukota provinsi Aceh, Banda Aceh sangat BURUK.

Bangunan megah atau mewah yang ada di Banda Aceh seakan dibangun tanpa planning yang tepat dalam hal proteksi kebakaran. Sehingga, saat terjadi kebakaran, gedung dengan mudah terbakar dan meluluhlantakan semua bangunan.

Bisa dikatakan, hampir semua bangunan di Banda Aceh, terutama kantor pemerintahan, termasuk mall dan hotel berbintang sekalipun, nampaknya tidak memiliki sistem proteksi kebakaran.

Seharusnya, kebakaran itu harus diwaspadai. Karena bisa terjadi setiap saat. Sekali terjadi berakibat fatal, apalagi bila sistem proteksi yang handal tidak tersedia. Sementar kondisi infrastruktur kota masih kurang mendukung.

Penanggulangan dan khususnya pencegahan jadi sangat penting. Termasuk dalam hal ini pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan pemeliharaan alat yang sistematis, baik dipakai atau tidak.

Inilah yang kita alamai di Banda Aceh. Kita buruk dalam hal proteksi kebakaran. Masih ingatkan kita semua, pada peristiwa Rabu 22 April 2015 pagi, sekitar pukul 06.00 wib. Dimana Kantor Operasional Pusat Bank Aceh di Jalan Tgk Daud Beureueh, hangus terbakar.

Kobaran api besar yang menyala membakar semua gedung bank tersebut. Petugas pemadam kebakaran berjibaku mengendalikan kobaran api, yang akhirnya pada setelah seluruh bangunan ludes terbakar.

Jika dibilang, bangunan Bank Aceh ini lebih mudah dijinakan. Namun kenyataannya tak semudah yang dibayangkan. Lagi-lagi, sistem proteksi yang buruk plus SDM yang lemah, membuat kita tak berdaya.

Kita juga lemah dalam SDM serta pemeliharaan alat. Buktinya, mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang dibeli senilai Rp1,8 triliun tak memiliki fungsi.

Baca Juga  Karena Berdidong di Transjakarta, Fikar W Eda Raih Master di IKJ

Apa karena tak ada SDM yang handal menggunakannya atau karena memang perawatan yang tak pernah ada. Lalu, kalau alasan terakhir, kemana anggaran perawatan yang selama ini dianggarkan? Siapakah yang tahu?

Kembali kegedung suzuya mall yang terbakar. Menurut Prof Dr Ir Suprapto MSc FPEAPU, Anggota tim Keselamatan Konstruksi (KK) dan Anggota Tim Keselamatan Bangunan Gedung (KKBG), gedung tinggi itu harus memiliki system proteksi aktif.

Sistem proteksi aktif ini terdiri dari:

  • Sistem deteksi & alarm kebakaran (detektor, alarm kebakaran, manual call point)
  • Sistem pemadam basis air manual (slang kebakaran, hidran, hose reel)
  • Sistem pemadam basis air otomatik (sistem sprinkler, sistem kabut air dsb)
  • Sistem pemadam basis kimia portable (APAR)
  • Sistem pemadam basis kimia khusus (halon dll)
  • Peralatan pendukung sistem aktif (sumber air, genset, pompa kebakaran)

Nah, kembali kita bertanya. Apakah sekelas suzuya mall memiliki system yang seperti di uraikan di atas?

Ok, kalau jawabannya ada. Lalu, bagaimana dengan Fire Safety Management (FSM) berjalan dan berfungsi. FSM itu yakni;

  • Pemeriksaan berkala terhadap sistem dan peralatan proteksi kebakaran
  • Pembentukan tim emergency yang dinamis
  • Pembinaan dan pelatihan personil
  • Penyusunan Fire Emergency Plan (FEP)
  • Latihan kebakaran dan evakuasi (fire drill)
  • Penyusunan SOP aman kebakaran (pekerjaan mengelas, men-cat, mematri / hot works )
  • Fire safety audit (walk through – preliminary – complete)
  • Firesafe housekeeping
  • Firesafety campaign/sosialisasi

Sudah saatnya Aceh dan khususnya Banda Aceh menjadi kota ramah kebakaran. Kemajuan Banda Aceh yang pesat, harus dibarengi dengan sistem proteksi kebekaran yang hebat juga. Menjadi kota ramah kebakaran, artinya, siap dan siaga dalam waktu singkat mengatasi peristiwa kebakaran yang terjadi.

Serta mempersiapkan kota dengan hiasan bangunan megah dengan proteksi kebakaran yang handal dan hebat. Kalau tidak, peristwa naas Bank Aceh pada 2015 atau Suzuya Mall 2022,serta sejumlah peristiwa kebakaran lainnya yang terjadi di Aceh secara umum dan banda Aceh khususnya, bisa terulang lagi.

Baca Juga  Jelang TMMD, Dandim 0104 Atim Silaturahmi dengan Insan Pers

Karenanya, bersiaplah dari sekarang, sebelumnya semuanya terlambat dan sia-sia.[h7]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.