Dambakan Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Suasana jalur transportasi air di Desa Melidi dan Pante Kera Simpang Jernih Aceh Timur menuju Kualasimpang Aceh Tamiang.[FOTO: h7 – ist]

Catatan: Eddyanto SST

AKTIFITAS warga Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur yang masih terbilang sebagai daerah terpencil di wilayah tersebut. Masih sangat tergantung dari jalur transportasi air atau sungai.

Eddyanto
Eddyanto

Aktifitas menggunakan transportasi air di sepanjang sungai itu kerap sudah menjadi kebutuhan warga Desa Melidi dan Pante Kera. Terutama bila hendak menuju pasar Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang untuk berbelanja atau keperluan lainnya.

Pasalnya, hingga saat ini warga Simpang Jernih yang  ingin berbelanja barang barang keperluan keluarga harus ke Pasar Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang. Dimana perjalanan dengan menggunakan boat atau sampan/rakit ditempuh berkisar 2 hingga 3 jam.

Sementara bila warga hendak ke Pasar Kabupaten Aceh Timur, sepertinya tidak memungkinkan. Karena jarak tempuh yang jauh dan lebih lama lagi serta kondisi  jalan yang belum bagus.

Resiko

Karenanya, warga pedalaman Aceh Timur ini cenderung berbelanja kebutuhan keluarga ke kabupaten tetangga Aceh Tamiang. Meski terkadang perjalanan mereka dengan boat ini penuh resiko dan berbahaya terlebih bila air sungai banjir.

“Mau tidak mau, kondisi rawan dan berbahaya ini sudah menjadi potret keseharian warga pedalaman Aceh Timur ini dan harus mereka lakoni,” sebut Babinsa KoramilSimpang Jernih, Kodim  Aceh Timur, Koptu Tri Wahyudi, Minggu 30 Oktober 2022.

Warga tentunya berharap dan selalu berdoa. Agar kedepannya Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur memfokuskan untuk memberikan insfratruktur jalan dan jembatan penghubung antar dua desa diwilayah ini.

Dengan menyatukan perjalanan darat antara Kabupaten Aceh Timur dan  Kabupaten Aceh Tamiang. Diyakini aktifitas ekonomi warga dan daerah lebih hidup dan berkembang untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Koptu Tri Wahyudi juga mengatakan aktifitas transportasi air didesa binaaannya tersebut sering padat dihari Sabtu dan Minggu.

Baca Juga  Ustad Al Hafis Isi Isra' Mi'raj di Simpang Jernih

Kondisi padat ini, mengharuskan kerja ekstra para pengemudi boat dan pengemudi rakit. Dikarenakan hilir mudiknya warga dalam penggunaan transportasi air ini.

Lebih dominan di kedua hari tersebut. Bila Sabtu, bagi anak anak warga ada yang pulang dari sekolah dan kuliah di kota dan kembali lagi pada Minggunya. Itu saja sudah memadati hilir mudiknya warga dimana ditambah lagi Sabtu dan Minggu itu juga warga yang berbelanja mingguan atau pasar pekan. Semoga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.