Sabang Kota Pariwisata yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Teupen Layee Iboih.[FOTO: h7 - dok M Munthe]

SEBAGAI daerah kepulauan, sudah barang tentu Kota Sabang dikelilingi lautan, selain memiliki pantai yang indah banyak dijumpai gunung-gunung yang masih mempunyai hutan-hutan perawan. Bila dipadukan keadaan alamnya antara gunung, hutan dan pantai akan terlihat pemandangan yang sangat indah dan eksotik, sehingga tidak lah salah bila  Sabang sebagai  salah satu daerah tujuan wisata di ujung Barat Indonesia.

Di kota kecil ini, pariwisata menjadi prioritas utama dengan sinergitas dari berbagai pihak dalam pengelolaannya, baik wisata bahari. Wisata alam terus dikomunikasikan dan ditata dengan baik sehingga pengunjung yang berkunjung bisa menikmatinya dengan nyaman.

Sejumlah destinasi seperti Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang, dan Tugu Nol Kilometer Indonesia. Selain itu, Sabang juga memiliki berbagai objek wisata alam lainnya seperti Gunung Api Jaboi, Air Terjun Pria Laot, serta kawasan Benteng Anoi Itam.

Semua destinasi itu, telah lama menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pulau Weh memiliki potensi wisata yang beragam.  Potensi tersebut menjadi modal besar dalam pengembangan pariwisata daerah.

Hal ini dapat kita lihat dari tahun ke tahun banyak wisatawan baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari mancanegara secara perorangan maupun dengan kapal-kapal pesiar yang mewah dan besar ataupun dengan menggunakan yacht (kapal layar) mengunjungi Sabang.

Sejalan dengan itu Walikota Sabang, Zulkifli H. Adam menegaskan sektor pariwisata akan menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin dalam visi pembangunan Kota Sabang periode 2025-2029, yakni “Sabang Kota Pariwisata yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Visi tersebut tidak hanya menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mampu meningkatkan PAD dan berpeluang untuk kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Libur Lebaran, 17 Ribu Wisatawan Sesaki Sabang

Dokumen tersebut menjadi pedoman pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, sekaligus landasan pengembangan pariwisata secara terencana dan berkelanjutan.

Maka dari itu, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara profesional dengan tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

“Pengembangan pariwisata harus dilakukan secara profesional dan inovatif dengan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta menjaga keseimbangan ekologi dan karakter khas Kota Sabang,” ujar Zulkifli.

Pemerintah Kota Sabang juga aktif memperkuat dukungan di tingkat nasional. Melalui Dinas Pariwisata Kota Sabang melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata Republik Indonesia serta DPR RI. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata Sabang.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Sabang memaparkan berbagai potensi wisata yang dimiliki daerah serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan destinasi wisata.

Selain membahas peluang kerja sama dalam pengembangan infrastruktur, pertemuan itu juga membicarakan dukungan promosi wisata untuk meningkatkan daya saing Sabang di tingkat nasional maupun internasional.

Walikota Sabang, Zulkifli H. Adam (tengah) menunjukkan dokumen arah pembangunan daerah usai rapat paripurna, sebagai dasar pelaksanaan program pembangunan termasuk penguatan sektor pariwisata.[FOTO: h7 – dok ist]
Keunggulan Geografis

Sabang memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia. Kawasan ini juga dikenal memiliki kekayaan bawah laut yang luar biasa. Di kawasan Iboih dan Pulau Rubiah, misalnya, terdapat lebih dari 30 titik penyelaman yang telah dikenal oleh para penyelam dari berbagai negara.

Keanekaragaman biota laut serta kondisi terumbu karang yang masih terjaga menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu lokasi penyelaman terbaik di Indonesia.

Ketua DPRK Sabang, Magdalaina mengatakan, kesepakatan antara DPRK dan Pemerintah Kota Sabang dalam penyusunan RPJM merupakan langkah penting dalam memastikan pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata berjalan secara terarah.

Baca Juga  Aceh: Dari Perang Fisik Menuju Perang Pikir

DPRK memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap program pembangunan yang tertuang dalam dokumen tersebut agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sabang sudah memiliki pedoman untuk program pembangunan Kota Sabang selama lima tahun ke depan. Karena itu, DPRK Sabang akan terus mengawal implementasinya agar benar-benar memberi dampak positif bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan pendapatan daerah, sektor ini juga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, transportasi wisata, hingga UMKM.

DPRK menilai pengembangan pariwisata Sabang tidak bisa berjalan sendiri. Kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia menjelaskan, Sabang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kita memiliki potensi wisata yang sangat besar. Dengan perencanaan pembangunan yang terarah dan dukungan semua pihak, kita optimis Sabang akan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan yang berdaya saing,” ujarnya.

Pariwisata Berkelanjutan

Pengembangan pariwisata Sabang ke depan juga akan diarahkan pada konsep pariwisata berkelanjutan. Pemerintah daerah juga, akan terus memperkuat promosi wisata, meningkatkan kualitas destinasi, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong perkembangan pariwisata daerah.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang tetapi juga dari sejauh mana sektor tersebut mampu meningkatkan Pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya perkembangan pariwisata di Sabang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian alam yang menjadi kekuatan utama destinasi ini,” katanya.

Baca Juga  ABUya-BM Kembali Datangi DPRK Bener Meriah

Salah satu spot wisata sabang.[FOTO: h7 – M Munthe]
Potensi pariwisata Sabang terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Data Dinas Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan terbaru mencapai lebih dari 270 ribu, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Capaian tersebut menegaskan sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak penting ekonomi daerah. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Sabang menempatkan peningkatan kualitas destinasi, aksesibilitas, serta promosi wisata sebagai prioritas pembangunan.

Upaya ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik Sabang sekaligus meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata di tingkat nasional maupun internasional.

Didukung kekayaan alam Pulau Weh, keindahan bawah laut, serta keramahan masyarakatnya, Sabang memiliki modal kuat untuk terus berkembang sebagai kota wisata unggulan di ujung barat Indonesia.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat, pembangunan pariwisata Sabang diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan tetapi juga untuk memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kota kecil diujung Barat Indonesia memiliki keunggulan  dibidang Pariwisata dan Perikanan yang secara geografis posisinya berada pada jalur lalulintas perekonomian antar benua/samudra memiliki pelabuhan alam dan mampu melayani kapal-kapal besar. Keindahan pemandangan alamnya, pantai nya serta pemandangan bawah lautnya sudah sangat terkenal di nusantara bahkan dunia.[Pariwara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *