Mengenal Apam Jijiem Keumala yang Lezat

proses pembakaran apam.[FOTO: h7 - dok Muhammad Iqbal]

Catatan: Muhammad Iqbal ST

APAM, sudah tidak asing lagi di telingan masyarakat Aceh. Bahkan ada yang memaknai kata tersebut dengan konotasi sedikit binal, jauh dari makna yang sebenarnya. Apam merupakan makanan cemilan atau kue yang terbuat dari tepung beras dan di suguhkan dengan kuah santan berisikan nangka yang rasanya gurih dan manis.

Muhammad Iqbal ST

Apam merupakan makanan khas masyarakat Aceh tepatnya masyarakat Kabupaten Pidie. Dulunya makanan yang dibakar dengan kuali tanah dan sabut kelapa ini, hanya bisa ditemukan saat bulan Ramdhan dan bulan kenduri apam atau bulan Rakjab. Namun kini bisa ditemui di beberapa gerai makanan dan warung kopi.

Sejak endatu kita dulu dalam lintasan sejarah di sebutkan antara adat dengan agama merupakan satu bagian yang tidak dapat di pisahkan. Praktek adat dan budaya mencerminkan ciri khas syariat Islam.

Salah satu budaya yang telah lama di wariskan secara turun menurun dalam masyarakat Aceh pada bulan Rajab adanya kenduri “Teuot Apam”. Ini sebuah tradisi yang sudah sangat mengakar dan mempunyai nilai filosofi yang sangat mendalam baik di lihat dari perspektif agama dan sosial budayanya.

Tradisi semcam ini walaupun sudah ada perbedaan dan kurang di praktekkan dalam masyarakat namun ”Teuot Apam” itu masih menjadi budaya yang tidak boleh di tinggalkan dan harus di lestarikan untuk anak cucu dan generasi penerus.

Ibu-ibu Gampong Jijem Keumala saat bakar apam.

Dulu, Apam tidak dimasak dengan kompor atau kayu bakar, tetapi dengan on ‘ue tho (daun kelapa kering). Malah orang-orang percaya bahwa Apam tidak boleh dimasak selain dengan on ‘ue tho ini. Masakan Apam yang dianggap baik, yaitu bila permukaannya berlubang-lubang sedang bagian belakangnya tidak hitam dan rata (tidak bopeng).

Baca Juga  Mie Aceh Citra Jaya, Incaran Pecinta Kuliner di Banten  

Apam paling sedap bila dimakan dengan kuahnya, yang disebut kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang klat barat (sejenis pisang raja) atau nangka masak serta gula. Bagi yang alergi kuah tuhe mungkin karena luwihnya (gurih), kue Apam dapat pula dimakan bersama kukuran kelapa yang dicampur gula.

Bahkan yang memakan Apam saja (seunge Apam), yang dulu di Aceh Besar disebut Apam beb. Selain dimakan langsung, dapat juga Apam itu direndam beberapa lama ke dalam kuahnya sebelum dimakan. Cara demikian disebut Apam Leu’eop. Setelah semua kuahnya habis dihisap barulah Apam itu dimakan.

Apam yang telah dimasak bersama kuah tuhe siap dihidangkan kepada para tamu yang sengaja dipanggil/diundang ke rumah. Siapapun yang lewat atau melintas di depan rumah, pasti sempat menikmati hidangan khanduri Apam ini. Bila mencukupi, kenduri Apam juga diantar ke Meunasah (surau di Aceh) serta kepada para keluarga yang tinggal di kampung lain.

Begitulah, tradisi toet Apam diadakan dari rumah ke rumah atau dari kampung ke kampung lainnya selamabuleuen Apam (bulan Rajab) sebulan penuh.

Guna melestarikan kembali adat dan citarasa kuliner Aceh, pemerintah hamper setiap tahunnya bersama Dinas Pariwisata Aceh mengadakan festival teout Apam. Jadi jika ingin menikmati citarasa apam pidie dan ragam keunikannya ayoe singgah ke Aceh dan catat tanggal serta bulannya, tunggu apa lagi.

Di Gampong Jijiem Keumala Teut Apam seperti biasanya dilakukan di Bulan Rajab setiap tahunnya. Pada tahun ini. dilaksanakan pada Rabu, 7 Februari 2024 bertepatan dengan 26 Rajab 1445 H, bertempat di Meunasah Gampong Jijiem Keumala. Teut Apam Gampong Jijiem dilaksanakan kaum ibu-ibu Gampong Jijiem yang dikoordinir ibu-ibu PKK.

Baca Juga  Resep Pengat Depik dari Dataran Tinggi Gayo
Apam yang sudah masak atau dibakar

Teout Apam di Gampong Jijiem dimulai sejak pagi pukul sekitar pukul 09.00 WIB. Dimana para ibu-ibu ini membawa peralatan langsung dari rumah masing-masing, berupa bejana Apam dan peralatan lainnya. Sedangkan untuk bahan yang terdiri santan, gula pasir, pisang, buah nangka, garam dan lain sebagainya disediakan Gampong Jijiem Keumala.

Teuot Apam kali ini terlihat suasana haru, penuh kegembiraan karena kegiatan ini merupakan tradisi lelulur kita yang harus dijaga sepanjang masa dan sudah tercatat dalam Unesco sebagai aset kebudayaan Aceh, terutama Kabupaten Pidie.

Bagaimana, apa anda kepingin rasanya Apam Jijiem Keumala yang terkenal lezat dengan cita rasa yang tinggi?[halaman7.com]

Penulis, pengelola website jimjiem.gampong.id

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.