Pemko Sabang Sambut Sekolah Lapang Iklim 2026

Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim

Foto bersama usai pembukaan SLI di Sabang.[FOTO: h7 - dok humas Pemko]

halaman7.com – Sabang: Pemerintah Kota Sabang menyambut pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Kota Sabang 2026 yang digelar oleh BMKG Aceh. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mendukung ketahanan pangan di wilayah kepulauan.

Kegiatan yang mengusung tema “Meuseuraya Iklim Nanggroe Berseri: Sinergi Lintas Sektoral Wujudkan Kedaulatan Air, Ketahanan Pangan dan Kemandirian Energi” ini berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Walijota Sabang dan dihadiri anggota Komisi V DPR RI, H Irmawan; anggota DPRA, Munawar, unsur BMKG, pemerintah daerah, serta seluruh peserta SLI.

Wakil Walikota, Sabang Suradji Junus menegaskan perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang perlu direspons melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Sebagai wilayah kepulauan, Sabang memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca dan iklim, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan distribusi kebutuhan pokok.

“Ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dibangun bersama. Karena itu, kemampuan membaca, memahami, dan menyiasati informasi iklim menjadi kunci dalam memperkuat pertanian dan ketahanan pangan daerah,” kata Wakil Walikota Sabang, Selasa 23 Juni 2026.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI, H Irmawan yang hadir sekaligus membuka kegiatan menyampaikan, SLI merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim.

Ditegaskannya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari kualitas pemahaman dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Sekolah lapang iklim ini nantinya akan mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana kemampuan untuk beradaptasi dan membaca tanda-tanda perubahan iklim.

“Kita berharap ilmu yang diberikan kepada peserta tidak berhenti di sini, tetapi bisa disebarkan kembali kepada masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga  BMKG Ingatkan, Bencana Hidrometeorologi kembali Ancam Aceh

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin siap menghadapi perubahan iklim dan menjadikannya dasar pengambilan keputusan, sekaligus memanfaatkan Sekolah Lapang Iklim sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan bertukar pengalaman dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan, terutama terkait sektor pertanian di Kota Sabang.[ril | M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *