halaman7.com – Aceh Timur: Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi, kembali melantik dan mengambil sumpah jabatan 21 kepala sekolah serta 8 kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Serbaguna Idi, Jumat 31 Juli 2026, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses rotasi dan penyegaran jabatan yang sebelumnya telah dimulai pada 7 Juli 2026. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah melantik 122 kepala sekolah jenjang SD dan SMP, sementara rotasi kepala UPTD Puskesmas dilakukan secara bertahap karena menunggu selesainya proses administrasi.
Bupati menjelaskan pelantikan susulan ini murni disebabkan oleh proses administrasi yang dilakukan secara bergelombang.
“Sesungguhnya pelantikan hari ini merupakan bagian dari pelantikan yang telah kita laksanakan pada 7 Juli lalu,” jelas Bupati.
Dimana, ada 122 kepala sekolah yang telah kita usulkan untuk rotasi dan pergantian, begitu juga hampir 80 persen kepala UPTD Puskesmas. Namun secara administratif kita harus menunggu keluarnya pertek secara bertahap, sehingga hari ini baru dapat kita lantik.
Dalam arahannya, bupati menegaskan seluruh pejabat yang baru dilantik akan menjalani masa evaluasi selama enam bulan. Diminta meminta seluruh kepala sekolah dan kepala puskesmas menunjukkan kinerja terbaik serta mampu menjawab kepercayaan yang telah diberikan.
“Silakan bekerja dengan sebaik-baiknya. Enam bulan ke depan akan menjadi masa evaluasi. Tunjukkan dedikasi, tanggung jawab, dan hasil kerja yang nyata,” tegasnya.
Selain itu, Al-Farlaky menaruh perhatian besar terhadap kedisiplinan aparatur. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang profesional.
“Jangan pelihara penyakit kurang disiplin. Hal ini selalu saya ingatkan dalam setiap rapat, baik di tingkat kabupaten maupun saat turun ke kecamatan. Disiplin harus menjadi budaya kerja,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja, baik di sekolah maupun puskesmas. Ia mengingatkan agar ruang pelayanan publik, ruang guru, hingga toilet selalu dalam kondisi bersih dan nyaman.
“WC di setiap puskesmas harus bersih. Ruang guru juga harus tertata dengan baik. Kebersihan adalah cerminan kualitas pelayanan dan manajemen,” ujarnya.[ril | Antoedy]

















