halaman7.com – Aceh Timur: Kalangan ulama di Aceh menggelar muzakarah ke XV se Aceh yang diselenggarakan di Kompleks Dayah Bustanul Huda, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Minggu 27 September 2026.
Muzakarah ini juga dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan para ulama se Aceh yang dihadiri sekitar 2.500 jemaah terdiri dari sejumlah ulama kharismatik Aceh, unsur Forkopimda Aceh Timur, tokoh masyarakat.
Kegiatan keagamaan tersebut mengusung semangat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah silaturahmi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membahas berbagai persoalan keagamaan yang berkembang di tengah umat.
Para ulama yang hadir diantaranya, Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Tgk H Muhammad Jafar (Abi Jafar Lhoknibong), Tgk H. Nuruzzahri (Waled NU), Tgk H Muhammad Amin (Ayah Cot Trueng), Tgk H Zainuddin Ibrahim (Abi di Bayu), Tgk H Muhammad Sufi Ibrahim (Abi Sufi Paloh Gadeng), Tgk H Abu Yazid Al Yusufi S.Ag (Abon Abdya), Tgk H Zainuddin (Abah Sarah Teube), serta Tgk H Abdul Manan (Abu Blang Jruen).
Dari kalangan pemerintah terlihat hadir, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah SE; Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Misran Fuadi SAg MAP; perwakilan Pangdam Iskandar Muda, Kabintaldam Iskandar Muda, Kolonel Arm Arief Darmawan; Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage; Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil SE MM; Wakil Bupati Aceh Timur, T Zainal Abidin SPdI MH; Kapolres Aceh Timur, AKBP Aris Cai Dwi Susanto serta Komandan Kodim (Dandim) Aceh Timur, Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto.
Dalam muzakarah tersebut, para ulama membahas berbagai persoalan keislaman yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, meliputi bidang tauhid, wakaf, zakat, tasawuf, faraidh, dan haji. Pembahasan tersebut bertujuan memberikan pemahaman serta pedoman bagi umat dalam menjalankan ajaran agama sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama Aceh yang terus menjaga tradisi keilmuan Islam melalui kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Muzakarah Ulama.
Menurutnya, hasil muzakarah diharapkan dapat menjadi pedoman dan pencerahan bagi masyarakat Aceh dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Untuk itu ditekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan ulama dalam menjaga kedamaian serta kemajuan Aceh.
Komitmen TNI
Sementara itu, kehadiran Dandim Aceh Timur dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI dalam mempererat hubungan silaturahmi bersama para ulama dan seluruh elemen masyarakat.
Dandim Aceh Timur Letkol Inf Fiska Bagus Tri Sunaryanto, menyampaikan sinergi antara TNI, ulama, pemerintah, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.[ril | Antoedy]

















