Siap Benahi Kompetisi, Keuchik Muslim Nyatakan Maju sebagai Calon Ketua Asprov PSSI Aceh

Keuchik Muslim

halaman7.com – Banda Aceh: Exco Bidang Kompetisi PSSI Aceh, Keuchik Muslim MS SE CPLA menyatakan, kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh pada Kongres Asprov PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Keuchik Muslim menegaskan, pencalonannya didorong keinginan untuk membawa perubahan positif bagi perkembangan sepakbola Aceh melalui tata kelola organisasi yang lebih professional. Pembinaan pemain usia dini yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas kompetisi di seluruh tingkatan.

Tokoh sepakbola yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Askab PSSI Aceh Besar tersebut mengatakan, pengalaman yang dimilikinya dalam mengelola kompetisi sepakbola di tingkat kabupaten maupun provinsi menjadi bekal penting untuk memimpin organisasi sepakbola Aceh ke arah yang lebih maju dan berprestasi.

Menurutnya, salah satu fokus utama yang akan dijalankan apabila mendapat amanah sebagai Ketua Asprov PSSI Aceh adalah melakukan pembenahan sistem kompetisi agar berjalan lebih tertata, kompetitif, dan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas.

“Jika diberi amanah, fokus utama kami adalah membenahi sistem kompetisi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku sepakbola Aceh,” tuturnya Minggu, 2 Agustus 2026.

Liga 4

Keuchik Muslim mengatakan, ingin Liga 4 tidak hanya menjadi ajang bertanding, tetapi juga menjadi wadah pembinaan yang nyata bagi pemain muda Aceh. Kompetisi yang sehat dan berkesinambungan merupakan fondasi penting dalam mencetak pemain yang mampu bersaing di level nasional.

Karena itu, setiap program yang disusun akan diarahkan untuk memperkuat pembinaan mulai dari kelompok usia dini hingga level senior.

Sebagai bentuk komitmennya terhadap pengembangan kompetisi, Keuchik Muslim berencana memberikan penghargaan berupa trofi dan uang pembinaan kepada klub yang berhasil finis di posisi juara pertama hingga juara keempat pada kompetisi Liga 4.

Baca Juga  Pengurus PSBL Langsa 2023-2027 Dilantik

Menurutnya, pemberian hadiah pembinaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap prestasi klub, tetapi juga menjadi dorongan agar setiap tim semakin serius melakukan pembinaan pemain dan memperkuat manajemen klub.

Selain Liga 4, perhatian juga akan diberikan terhadap kompetisi usia muda melalui penyediaan uang pembinaan pada ajang Piala Soeratin kelompok umur U-17, U-15, dan U-13.

Keuchik Muslim berharap dukungan tersebut mampu memperkuat sistem pembinaan berjenjang sehingga lahir lebih banyak talenta muda Aceh yang siap bersaing di tingkat nasional.

Bukan Cuma itu, Keuchik Muslim juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan sepakbola usia dini. Direncanakan menggulirkan kompetisi kelompok umur U-10 dan U-12 secara rutin, minimal dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali.

Menurutnya, pembinaan pemain harus dimulai sejak usia dini melalui kompetisi yang teratur sehingga proses pembentukan teknik, mental bertanding, dan karakter pemain dapat berlangsung lebih optimal.

“Pembinaan harus dimulai sejak dini. Karena itu, kami ingin memastikan kompetisi usia muda mendapatkan perhatian yang serius agar lahir generasi pesepakbola Aceh yang berprestasi,” katanya.

Tidak hanya fokus pada klub dan pemain, Keuchik Muslim juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan perangkat pertandingan. Ia berkomitmen untuk memperbaiki sistem pembayaran honor wasit pada kompetisi Liga 4 sehingga dapat diterima segera setelah pertandingan selesai.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap profesionalisme wasit yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan integritas pertandingan.

Dalam program kerjanya, Keuchik Muslim juga berencana menghadirkan Turnamen Piala Asprov PSSI Aceh yang mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *