Hari Pertama Pendaftaran Suksesi PWI Aceh, Dua Balon Mendaftar

Mekanisme Baru Warnai Pemilihan Ketua PWI Aceh

Dua pasang bakal calon yang mendaftar ke SC PWI Aceh.[FOTO: h7 - dok pwi aceh]

halaman7.com – Banda Aceh: Hari pertama pembukaan penjaringan bakal calon (Balon), Senin 5 OKtober 2026, pada suksesi pemilihan ketua PWI Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) periode 2026-2031, langsung dihangatkan pendafatran dua Balon.

Persaingan menuju Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh 2026 mulai menunjukan titak terang, setelah dua balon menyatakan siap maju pada kontestasi pemilihan ketua PWI dan Ketua DKP PWI Aceh yang dijadwalkan pada akhir Nopember 2026 mendatang.

Dua nama yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh masing-masing Muhammad Saman dan M Nasir Nurdin. Sementara untuk posisi Ketua DKP PWI Aceh, nama yang telah masuk adalah Tarmilin Usman dan Muhammad Zairin.

Muhammad Saman bersama Tarmilin Usman mendaftarkan diri lebih awal pada pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, M. Nasir Nurdin bersama Muhammad Zairin menyerahkan pendaftaran pada pukul 17.00 WIB di Sekretariat PWI Aceh.

“Alhamdulillah hari ini hari pertama, 5 Oktober 2026 sudah dua orang yang mendaftar. pasangan pertama yang mendaftar Muhammad Saman dan Tarmilin Usman pada pukul 15.00 WIb, lalu pada pukul 17.00 Wib, pasangan dari Nasir Nurdin dan Muhammad Zairin” kata Sekretaris Steering Committee (SC) Konferensi PWI Aceh, Iranda Novandi.

Menurut Iranda, jumlah bakal calon masih berpotensi bertambah karena tahapan pendaftaran belum berakhir. Pihak panitia belum dapat menyampaikan nama lain yang disebut-sebut akan maju sebelum yang bersangkutan melakukan pendaftaran secara resmi.

Pendaftaran kali ini juga berlangsung dengan aturan yang berbeda dibandingkan konferensi sebelumnya. Bakal calon tidak lagi menunggu forum konferensi untuk mendapatkan status sebagai calon, tetapi harus melewati tahapan administratif sejak awal.

“Para kandidat itu harus mendaftar terlebih dahulu. Baru diverifikasi dan ditetapkan sebagai calon. Kalau pada masa-masa sebelumnya, para calon itu ditentukan pada hari H konferensi. Siapa yang diusulkan oleh anggota, diusulkan, langsung dipilih,” jelas Iranda yang ikut didampingi Imran Joni, Ketua POkja Verifikasi SC Konferprov PWI Aceh.

Baca Juga  Indonesia Sisakan 7 Wakil di Denmark Open 2023

Setelah pendaftaran, seluruh berkas dan persyaratan bakal calon akan diverifikasi. Mereka selanjutnya harus memperoleh persetujuan PWI Pusat sebelum ditetapkan sebagai calon yang berhak mengikuti pemilihan.

Mekanisme Baru

Persyaratan dukungan anggota juga menjadi bagian penting dalam mekanisme baru tersebut. Setiap bakal calon diwajibkan mengumpulkan dukungan minimal 10 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Iranda menyebut, berdasarkan daftar sementara yang telah ditetapkan, jumlah minimal dukungan yang harus dikantongi bakal calon mencapai 32 surat dukungan dari anggota biasa PWI.

“Setiap calon untuk maju sebagai bakal calon saja dia harus dapat mengumpulkan 10 persen surat dukungan dari DPT. Jadi 10 persen dari PWI yang sementara, DPS kita tetapkan angka 32. Jadi 32 surat dukungan dari anggota PWI anggota biasa,” ujarnya.

Selain persyaratan dukungan, tata cara pemungutan suara juga mengalami perubahan. Peserta konferensi nantinya tidak lagi menuliskan nama kandidat pada surat suara, melainkan mencoblos tanda gambar calon yang telah ditetapkan.

“Kalau pada proses sebelumnya kita menulis nama calon siapa yang kita pilih. Untuk kali ini kita mencoblos tanda gambar dari calon yang sudah ditetapkan tersebut. Itu dua mekanisme yang mendasar yang sangat berbeda,” katanya.

Di antara dua bakal calon yang telah mendaftar, M. Nasir Nurdin merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri untuk periode 2026-2031. Pencalonannya merupakan bagian dari proses demokrasi di tubuh organisasi dan lahir dari dorongan sejumlah anggota.

“Sebagai penanggung jawab konferensi, kami sangat bertanggung jawab untuk suksesnya konferensi ini. Soal kami maju sebagai kandidat, itu ada hal lain dari warna demokrasi ini. Saya siap untuk melaksanakan amanah kawan-kawan yang mendorong kami untuk bisa berkompetisi di konferensi kali ini. Insyaallah secara sehat,” ujar Nasir.

Baca Juga  Telah Hadir, Pasar Kuliner Kualasimpang Jadi Ikon Baru Aceh Tamiang

Jika kembali dipercaya memimpin PWI Aceh, Nasir mengatakan dirinya akan melanjutkan sejumlah agenda yang belum tuntas selama periode pertama. Diantaranya, penguatan koperasi, administrasi berbasis digital dan peningkatan kapasitas wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai beberapa prioritas.

Tahapan pendaftaran bakal calon Ketua dan DKP PWI Aceh berlangsung hingga 24 Oktober 2026. Selanjutnya, verifikasi dokumen dijadwalkan pada 18-24 Oktober, masa perbaikan dokumen 25-31 Oktober, dan pengiriman berkas ke PWI Pusat pada 1 Nopember 2026.

Konferensi PWI Aceh untuk memilih Ketua dan DKP PWI Aceh periode 2026-2031 dijadwalkan berlangsung pada 20-22 November 2026. Lokasi pelaksanaan masih tentatif tapi tetap digelar di Banda Aceh.[ril | andinova]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *