Mahasiswa: Psikologis Masyarakat Koban Bencana Hidrometeorologi Butuh Perhatian

Panorama Himapan Bahas Rehab Rekon Hidrometeorologi di Aceh

halaman7.com – Banda Aceh: Kalangan mahasiwa dari berbagai elemen di Aceh menilai kondisi psikologis masyarakat korban bencana Hidrometeorologi, sangat butuh perhatian pihak terkait.

Di mata mahasiwa pemulihan pascabencana perlu memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, tidak hanya berfokus pada pembangunan serta pemulihan infrastruktur fisik semata.

Gagasan ini muncul dalam diskusi Pojok Nalar & Obrolan Mahasiswa (Panorama) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapan) melalui Divisi Kajian dan Aksi Strategis (Kastrad), Minggu 20 September 2026 di salah satu Warkop di kawasan Pango, Banda Aceh.

Dengan mengangkat tema “Rehabilitasi dan Rekonstruksi Hidrometeorologi di Aceh” melalui keberagaman latar belakang peserta (mahasiswa) menjadi salah satu kekuatan dalam diskusi Panorama.

Nabilla dan Nabilah Windi Aliah Lubis, anggota Kastrad Himapan dalam keterangan persnya, Selasa, 22 September 2026 mengatakan, kehadiran berbagai elemen mahasiswa tersebut memungkinkan pembahasan dilakukan melalui perspektif yang lebih luas. Tidak hanya dari sisi pemerintahan, tetapi juga sosial, lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan. Hingga aspek kemasyarakatan. Pertukaran perspektif lintas keilmuan ini turut memperkaya gagasan dalam membahas persoalan rehabilitasi dan rekonstruksi hidrometeorologi di Aceh.

Dalam diskusi, peserta membahas kondisi masyarakat setelah bencana, mulai dari terganggunya mata pencaharian hingga dampak psikologis, khususnya pada anak-anak. Persoalan trauma menjadi salah satu perhatian karena masih adanya stigma terhadap psikolog dan psikiater.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran, menyampaikan pandangan, serta membahas berbagai persoalan pascabencana yang terjadi di Aceh,” jelas Nabilla dan Nabilah.

Dikatakan, saat pembukaan, Ketua Divisi Kastrad, Gebri Rahmatillah menyampaikan Panorama dibuat sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, bertukar gagasan, dan melihat persoalan yang ada di masyarakat dari berbagai sudut pandang.

Baca Juga  Tips Lockdown ala Adnan NS

“Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan dapat ikut memikirkan persoalan yang terjadi serta menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjutan,” ujarnya dalam diskusi yang dipandu Melisa Ulandari dan dihadiri Wakil BPH Himapan, Muzzamil Zikri.

Kegiatan diskusi dihadiri berbagai komunitas, organisasi mahasiswa, serta mahasiswa umum dari beragam latar belakang keilmuan. Beberapa di antaranya berasal dari Komunitas Melati, Temu Sastra, Himasio, Himapol, Himakasi, STIK Pante Kulu, Hubungan Internasional, Sabang Karsa, serta mahasiswa umum dari berbagai disiplin ilmu lainnya.[ril | andinova]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *