Walikota Sabang Minta Pendampingan Petani Padi Gogo Diperkuat

Walikota bersama Ketua TP PKK Sabang melakukan penanaman padi gogo.[FOTO: h7 - dok humas pemko]

halaman7.com – Sabang: Walikota Sabang, Zulkifli H Adam meminta Dinas Pertanian dan Pangan memperkuat pendampingan kepada petani padi gogo, terutama dalam penerapan teknik budidaya dan perawatan tanaman. Upaya ini diperlukan agar pengembangan padi gogo di Kota Sabang dapat berjalan berkelanjutan dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Arahan tersebut disampaikan Zulkifli saat melakukan penanaman padi gogo di lahan milik Saifuddin, yang merupakan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sabang, di Gampong Batee Shoek. Penanaman dilakukan pada lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi, dari total luas kebun sekitar setengah hektare.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang. Ketua TP-PKK Kota Sabang Nuri Farisal bersama Staf Ahli TP-PKK Erwani Meutia dan anggota Pokja III TP-PKK juga hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan pemanfaatan potensi pangan lokal.

Zulkifli mengatakan, keterbatasan lahan persawahan di Sabang membuat pengembangan padi gogo menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 44 ribu jiwa, menurutnya, potensi lahan yang sesuai perlu dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

“Harapan kita kepada Dinas Pertanian dan masyarakat, kalau ada lahan-lahan subur dan bisa ditanami padi gogo, terutama lahan-lahan yang selama ini kosong, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Zulkifli, Senin 19 Oktober 2026.

Untuk mendukung upaya tersebut, Walikota Sabang meminta Dinas Pertanian dan Pangan memberikan pembinaan kepada petani, terutama masyarakat yang belum memahami teknik budidaya padi gogo. Pendampingan dinilai penting agar petani mampu melakukan penanaman dan perawatan tanaman dengan tepat.

Selain pembinaan, Zulkifli menegaskan Pemko Sabang akan terus mendukung kebutuhan petani sesuai permintaan, termasuk bantuan alat pertanian, benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Karenanya, penyuluhan dan sosialisasi terus dilakukan sehingga pengembangan padi gogo dapat diikuti lebih banyak masyarakat.

Baca Juga  Kapolres Sabang: Setelah PON Saat Pengaman Pilkada

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang Faisal Azwar menyampaikan bahwa penanaman padi gogo di Sabang telah terealisasi sekitar delapan hektare. Penanaman tersebut telah dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Cot Mancang, Jaboi, Batee Shoek, dan Paya, yang tersebar di tiga kecamatan.

Dijelaskan, penanaman padi gogo didukung bantuan benih dari APBN serta pupuk dan obat-obatan pertanian dari APBK. Dinas Pertanian dan Pangan juga terus memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada petani untuk mendukung keberhasilan budidaya.

“Target kita tahun ini sekitar 40 hektare. Yang sudah terlaksana kurang lebih delapan hektare, dan penanaman masih berlanjut di beberapa lokasi. Kita juga akan terus mendukung petani melalui bantuan sarana produksi, pendampingan dan penyuluhan,” tambahnya.[ril | M Munthe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *