164.040 Warga Banda Aceh telah Kantongi KTP

halaman7.com – Banda Aceh: Sebanyak 99,43 persen dari 164.040 warga Banda Aceh telah wajib mengantong Kartu Tanda Penduduk (KTP). Persentase kepemilikan KTP di Banda Aceh lebih baik dari rata-rata Nasional, yakni 98 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Emila Sovayana mengatakan dari 164.040 warga yang sudah memiliki KTP, hanya 0,57 persen yang belum, yakni sekitar 1.079 orang saja. Warga yang belum memiliki KTP tersebut merupakan warga yang baru menginjak usia 17 tahun.

Mayoritas masih sekolah, baru menginjak usia 17 tahun. Namun bagi mereka yang masih sekoleh ini pihak Dukcapil melakukan “jemput bola”. Dimana, ada programnya untuk kunjungi sekolah dan melakukan perekaman data.

“Kita juga menyediakan layanan pengaduan melalui WhatsApp,” jelas Emila Sovayana kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arief Fakrulloh saat melakukan peninjauan layanan administrasi kependudukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Jumat 21 Februari 2020.

Dikatakan, selain menghadirkan layanan cepat, Disdukcapil Kota Banda Aceh juga melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan kepemilikan KTP Elektronik. Warga kota yang saat ini sudah memegang Surat Kerangan (Suket) saat ini sudah bisa memiliki KTP Elektronik. Caranya sangat mudah karena tidak perlu mendatangi dan antri di Kantor Disdukcapil.

“Simpan saja nomor 0811 681 5919 di HP, kemudian foto Suket dan kirim ke nomor WA tersebut. Petugas akan mencetak KTP El berdasarkan data di Suket. Baru besoknya datang ke kantor untuk ambil KTP-el. Jangan lupa bawa Suketnya yang asli, yang sudah difoto tadi,” jelas Emila.

Emila menambahkan, layanan dan inovasi yang dihadirkan pihaknya dalam rangka memberikan kemudahan bagi warga yang ingin mendapatkan layanan adminduk dengan cepat dan mudah. Pihaknya terus berusaha memberikan layanan terbaik kepada warga sesuai intruksi walikota.

“Pada berbagai kesempatan, Walikota selalu mengingatkan agar masyarakat harus mendapatkan pelayanan prima dari aparatur. Jadi, kita terus berupaya menindaklanjuti intruksi tersebut dengan terus berinovasi,” tutupnya.[red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *