Harga Gula di Langsa Merangkak Naik

halaman7.com – Langsa: Dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) di Aceh mulai menyentuh kebutuhan hajad hidup orang banyak di sektor ekonomi.

Hal ini mulai dirasakan masyarakat dengan naiknya harga jual gula pasir di pasaran. Di Kota Langsa harga gula mulai menembus Rp18 ribu-Rp20 ribu/Kg. Bahkan, stok gula ditingkat glosir pun mulai langka.

Informasi yang diperoleh pada, Kamis 26 Maret 2020, selain tidak ada stok barang gula pasir, harganya juga mengalami kenaikan yang signifikan hingga mencapai Rp20 ribu/Kg, padahal seminggu sebelumnya pascaoperasi tim dari Diskoperindag, Satpol-pp dan WH, pihak kepolisian dan Sub drive Bulog Langsa harga jualnya hanya Rp15 ribu/Kg.

Namun, saat ini dengan kurang stok penjualan gula pasir terpaksa dijatah untuk para glosir hanya tiga sak dengan satu saknya seberat 50 Kg.

Salah seorang pedagang makanan, Santi (28) warga Geudubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro, mengakui, selain harga jual gula pasir mahal, pembelian pun dijatah oleh pihak glosir. “Heran juga udah mahal barang tidak,” ujarnya.

Selain itu, langkanya gula dan mahal harganya membuat makanan dagangannya berupa kue kurang laris manis, karena rasa manisnya agak berkurang, hingga banyak pembeli/pelanggan yang komplin.

Diharapkan, kepada pemerintah setempat agar dapat memberikan solusi terhadap ketersedian stok gula yang merupakan bahan baku untuk membuat kue dan lainnya, karena gula sebagai kebutuhan dasar bagi pedagang kue yang mencari nafkah.

Sementara sejumlah pedagang glosir gula Kota Langsa, mengatakan, langkanya gula karena tidak ada pengiriman dari Medan, Sumatera Utara.Hal ini dikarenakan produksi gula yang dihentikan akibat penyebaran virus Corona (Covid-19).

Setiap pembelian gula kepada pedagang diberikan jatah hanya tiga sak, karena stoknya terbatas.Namun, bagi pedagang eceran yang jual Rp18 ribu/Kg itu masih beli dengan harga sebesar Rp850 ribu/sak. Sementara yang jual Rp20 ribu/Kg hatga yang dibeli per sak/goni sebesar Rp900 ribu-Rp950 ribu.

Salah seorang pemilik grosir Kedai JP, Zulkifli, mengakui, menjual harga gula pasir sebesar Rp18 ribu/Kg dengan modal beli Rp850 ribu/goni (isi 50 kg). “Saat ini saya belum membeli kembali gula pasir, karena stok masih ada dan informasinya gula pasir memang lagi langkah,” ujarnya.

Selain itu, merebaknya penyebaran virus Corona (Covid-19), ada sebagian masyarakat yang membeli sembako dengan jumlah banyak, seperti biasanya beli telur satu papan kini dua papan, beras yang biasanya satu goni kini jadi dua goni (isi 15 Kg).

kendati demikian, untuk harga beras saat ini menurun, yakni beras merk melati dua yang biasanya mencapai Rp160 ribu/goni (isi 15 Kg) kini menjadi Rp157 ribu/goni. Sedangkan, untuk harga minyak makan merk Bimoli spesial isi dua liter seharga Rp26.500 dan untuk telur seharga Rp40 ribu/papan (isi 30 butir).[habib/red 01]

Satu tanggapan untuk “Harga Gula di Langsa Merangkak Naik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *