Bupati Atam Minta Perketat Pengawasan Jalur Laut bagi Pendatang

halaman7.com – Aceh Tamiang: Bupati Aceh Tamiang H Mursil meminta kepada beberapa kecamatan yang berada di wilayah hilir pesisir Tamiang untuk memperketat pengawasan terhadap para pendatang baru yang masuk ke wilayahnya.

Permintaan ini disampaikan Mursil saat mengunjungi 3 kecamatan yakni Seruway, Bendahara dan Banda Mulia, pada Selasa 31 Maret 2020, guna menyikapi pencegahan wabah virus Corona Covid-19.

“Kepada seluruh Aparatur Perangkat Kampung (APK) dalam 3 kecamatan saya minta agar aktif melakukan pengawasan dan menginventarisir data orang-orang atau warga yang baru datang dari luar wilayah kabupaten Aceh Tamiang,” ingat Mursil.

Bupati juga meminta para camat untuk memastikan asal-usul pendatang tersebut. Sebab, beberapa hari belakangan desas-desus kabar kepulangan TKI dari negara tetangga mencuat ke tengah-tengah masyarakat, hingga menimbulkan keresahan.

Ditambah lagi ketiga kecamatan ini merupakan wilayah hilir pesisir Tamiang yang mudah dijangkau oleh mereka melalui jalur laut. Kemungkinan bertambahnya ODP bisa saja akan terus meningkat, dengan kepulangan para TKI ke Bumi Muda Sedia.

Mursil juga menyebutkan, sebagai Pemerintah, pihaknya tidak melarang mereka untuk pulang ke tanah kelahirannya, namun sikap yang bisa diambil Pemkab saat ini dengan memperketat pengawasan kepada mereka untuk memeriksa kesehatan dan mengisolasikan diri sesuai arahan dan petunjuk dari tenaga medis yang siap siaga memeriksa kondisi kesehatan mereka.

Berkali-kali dalam forum tersebut Mursil menekankan agar para Datok (Kades) agar awasi dan laporkan jika dari mereka tampak menderita gejala covid-19, sehingga nantinya mereka terdata dalam status ODP dan selanjutnya Pemkab bisa melakukan tahapan tahapan terkait penyebaran covid ini.

Dalam pertemuan ini, Mursil juga menyampaikan informasi dari Kementerian Desa melalui surat resminya, bahwa kepada kampung-kampung di seluruh penjuru Indonesia untuk membentuk Desa atau Kampung Tanggap Covid-19 dan Relawan Lawan Covid-19 melalui dana desa yang telah dikucurkan.

“Virus ini bisa kita lawan, jika kondisi tubuh kita kuat dan sehat, makan makanan yang bergizi dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan, satu lagi yang jangan dilupakan laksanakan protokol (arahan) dari Pemerintah Pusat dan Daerah yang telah disosialisasikan melalui tingkat kecamatan hingga tingkat kampung,” tutup Mursil.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *