Ramadhan Datang, Corona Pulanglah…

Pembaca yang berbahagia

HARI ini adalah hari terakhir kita di Bulan Sya’ban. Esok kita akan memulai awal Ramadhan. Bulan paling mulia dan juga bulan yang sangat dinantikan umat muslim seluruh dunia.

Di bulan ramadhan ini, setiap muslim sejati akan semakin mendekatkan diri pada Sang Khaliq. Sang Maha Pencipta segalanya dan hanya pada-NYA pula lah kita patut bersujud menghambakan diri dan berserah sebagai hamba fakir yang berlumur dosa.

Ramadhan yang tinggal menunggu hitungan menit saja ini, juga bagian kehidupan manusia dalam menjalani ujian dari Allah azza wazala. Mulai dari bersabar, disiplin, menahan segala nafsu, mengekang semua birahi dunia, sampai belajar mengendalikan ujian agae bisa lebih dekat pada-NYA, hingga meraih gelar Taqwa.

Ramadhan di tahun yang “cantik”, yang jika dibaca dari depan maupun dari belakang memiliki kesamaan dalam penyebutannya,yakni 1441 pada tahun Hijriyah dan pada tahun penanggalan masehi juga tahun cantik yakni 2020.

Karena sayangnya Allah SWT pada hambanya, pada Ramadhan tahun ini, Allah memberi cobaan lebih awal pada umat di dunia. Cobaan itu datang jauh hari sebelum Ramadhan tiba.

Ya. Corona atau saat ini lebih dikenal dengan nama beken saat ini dengan sebutan Covid-19. Virus super sangat kecil ini membuat dunia panik dan porak poranda dibuatnya.

Lewat virus yang teramat sangat super kecil nan halus ini, Allah menguji manusia, untuk saling menjaga diri. Menjaga diri sendiri sama artinya menjaga orang lain juga.

Ujian kepanikan ini, terus berlanjut dengan ujian rasa kemanusiaan dan juga ujian aqidah ke agamaan. Sebab, tanpa bisa kira pungkiri lewat virus ini, (sebagian) kita tak bisa berjamah lagi di masjid lima waktu, hambarnya Jumat an, dan kosong nya majelis ilmu bahkan yang teramat lucu silaturrahim yang dirasakan. Kita seakan bermain dan bercanda saat bertemu sesama, karena saling adu kepalan tangan atau beradu siku.

Hari demi hari dan berganti bulan dari buah ujian itu, rasa memuncah pecah akan shalat berjamaah. Rindunya untuk bisa merasakan siraman rohani di Jumat nan Agung, dan kasmaran yang memuncak dari majelis ilmu untuk mendengar tausyiah dari guru, ustadz atau tuan guru serta ulama yang kita serap dalam ruang kajian majelis ilmu.

Kini, sang bulan yang penuh pengampunan segala dosa itu telah tiba. Marhaban ya Ramadhan. Kembalikan semua rasa rindu dan kasmaran kami akan shalat berjamaah, akan rumah Allah yang termakmurkan, akan majelis ilmu dan tausyiah sang guru penyuci hati dari tadarus pada malam-malam mu ya Ramadhan.

Corona, pulanglah..!! Sudah saat dikau kembali. Biarkan kami melepas kangen dengan Ramadhan tanpa sekat ruang dan waktu serta dimensi virtual. Sebagai sesama makhluk ciptaan Allah, kami Iklaskan kau pulang menjumpai Sang Khaliq. Sebab, suatu saat kami juga akan kembali juga pada NYA. Sebab, janji Allah dalam Alquran, bahwa semua yang bernyawa, akan merasakan kematian. “Kullu Nafsin Dzaikatul Maut”.[h7]

Facebook Comments
(Visited 77 times, 1 visits today)
179 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *