Excavator BPBD Agara Kerja di Proyek Tanpa Plang

halaman7.com – Kutacane: Salah satu unit excavator milik BPBD Aceh Tenggara terlihat tengah bekerja di salah satu proyek pembuatan waduk di Desa Beringin Gayo, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.

Berdasarkan pantuan sejumlah wartawan saat ke lokasi, Rabu 13 Mei 2020, tidak melihat satu pun tanda pengenal proyek tersebut. Berdasarkan informasi masyarakat sekitar, proyek tersebut memang merupakan milik BPBD Aceh Tenggara, namun tidak diketahui jumlah sumber dananya.

Seorang penjaga Excavator tersebut membenarkan bahwa proyek tersebut benar milik BPBD Aceh Tenggara, namun ia tidak berani terlalu banyak memberikan informasi lanjut.

Di tempat terpisah, salah satu narasumber yang enggan disebutkan identitasnya menyebutkan pengerjaan waduk tersebut senilai Rp500 Juta lebih.

“Bahkan kami melihat dikerjakan asal jadi, karena lapisan dinding tesebut sangat tipis. Sebab waduk tesebut sudah pernah dikerjakan pasca banjir bandang beberapa tahun lalu,” ungkapnya.

Menurut salah satu pengamat pembangunan di Agara, Pajri Gegoh, dengan anggaran dengan nominal yang terbilang tinggi tersebut seharusnya dilakukan sistem pelelangan atau dikerjakan pihak ketiga.

Pihaknya juga kerap mendengar selentingan bahwa proyek tersebut milik salah satu oknum yang memegang jabatan strategis di BPBD Agara. Bahkan operasional kerja excavator tersebut juga tidak terealisasi.

Sementara itu, Muhammad Asbi Kalaksa BPBD Aceh Tenggara saat dikonfirmasi melalaui pesan singkat Whatsapp mengatakan proyek tersebut ada papan proyeknya.

“Papan proyek tersebut ada, besok akan saya tunjukan potonya,” ujar Asbi singkat saat dikonfirmasi Kamis 14 Mei 2020. Namun hingga hari ini Jumat 15 Mei 2020 pihaknya belum memberikan informasi lanjut.[AKA | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *