Warga ‘Serbu’ PLN, Keluhkan Kenaikan Tagihan Tarif Listrik

halaman7.com – Langsa:  Di saat pemerintah pusat memberi keringanan tagihan listrik pra bayar dan pascabayar akibat imbas pandemi Covid-19 yang terjadi di Indoensia, ternyata berbalik kenyataan. Banyak pelanggan mengeluhkan kenaikan biaya tagihan listrik hingga 100 persen.

Kondisi ini membuat puluhan pelanggan PLN mengeluhkan ada kenaikan tagihan tarif listrik hingga sebesar 100 persen. Pantauan di lapangan, Senin 4 Mei 2020 sekitar pukul 10.00 WIB terlihat puluhan pelanggan yang didominasi kaum ibu mendatangi di Kantor PT PLN Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Langsa Kota, untuk mempertanyakan kenaikan tarif listrik.

Kedatangan puluhan pelanggan ini tidak terima atas kenaikan tagihan tarif listrik hingga mencapai sebesar 100 persen. Dari keterangan mereka (pelanggan-red) mengatakan, apakah beban taguhan dibayarkan kepada pelanggan yang tidak mendapatkan subsidi di tengah pandemi Cobid-19.

Salah satu pelanggan PLN, Rahmad warga Bukit Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, mengakui, setiap bulannya tagihan tarif listrik yang dibayarkan hanya sebesar Rp600 ribu, tapi untuk bulan ini pemakaian April naik mencapai sebesar Rp1.200.000,-.

“Saya merasa heran kenapa biasanya hanya Rp600 ribu/bulan tapi naik menjadi Rp1.200.000/ bulan yang hrus dibayarkan tagihan tarif listriknya dan ini mengalami kenaikan 100 persen,”ujarnya.

Hal senada dikatakan, Intan, pada bulan April pemakaian Maret biaya rekeningnya sebesar Rp850 ribu/bulan, tapi kini pada Mei pemakaian April melonjak draktis menjadi sebesar Rp1.585.000.

“Pemakaian listrik biasa saja, tidak ada buat kegiatan ataupun penambahan alat-alat elektronik, tapi kenapa biaya tagihan listrik tarif listrik hingga 100 persen,” ujarnya

Para pelanggan berharap, kepada pemerintah untuk memcari solusi agar tagihan tarif listrik tidak melonjak seperti ini, bahkan dengan kondisi ekonomi masyarakat semakin terjepit akibat dampak pandemi Covid-19.

Kepala PT PLN ULP Langsa Kota, Adam Ramanditha, didampingi Supervisor transaksi enegeri pada ULP PLN Langsa Kota, Ridwan Suryalesmana, mengatakan, tidak ada kenaikan tagihan tarif listrik.

Diakuinya, pada Maret sudah mulai pandemi Covid-19 pemakaian listrik sudah naik, tapi pada rekening April pemakaian Maret dilakukan pembacaan meteran dengan hitungan rata-rata tiga bulan terakhir Januari, Febuari dan Maret.

Sehingga, berdampak pada perhitungn tidak sesuai dengan kondisi meteran  di rumah pelanggan. Artinya, ada pelanggan yang kekurangan bayar terakumulasikan pada rekening Mei berdasarkan stan meter di lapangan setelah pembacaan meteran secara normal kembali.[habib | red 01]

Satu tanggapan untuk “Warga ‘Serbu’ PLN, Keluhkan Kenaikan Tagihan Tarif Listrik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *