Pencabul Anak Dibawah Umur Diringkus di Kantor Keuchik

halaman7.com – Banda Aceh: Personel Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Banda Aceh meringkus seorang anggota Linmas yang melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Pelaku diringkus saat itu sedang berada di salah satu kantor keuchik pada salah satu gampong di Banda Aceh, Rabu 8 Juli 2020.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasatreskrim AKP M Taufik SIK, Jumat, 10 Juli 2020 malam mengatakan, pelaku merupakan pacar dari korban yang disetubuhinya.

Kejadian ini terjadi pada awal Agustus 2019 silam, namun sudah berulang kali, akan tetapi disaat korban meminta pertanggung jawaban, pelaku tidak mau bertanggung jawab, sehingga keluarga korban melaporkan ke Polisi.

Kasatreskrim yang didampingi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadiani STrK mengatakan, penangkapan terhadap pelaku persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur ini setelah melalui proses penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan.

“Tersangka HF (25 tahun) merupakan seorang Linmas yang telah menyetubuhi pacarnya sendiri MA (15 tahun) di dalam rumah pelaku pada Agustus 2019 silam,” tutur Kasatreskrim.

Kasatreskrim menceritakan, korban MA sering kerumah pelaku HF untuk bertamu karena pelaku merupakan teman dekat korban. Namun sesampai dirumah tersebut yang dalam keadaan sepi, pelaku memaksa korban untuk masuk kedalam kamar dengan cara menarik korban, namun korban sendiri sempat menolak.

Tetapi tenaga korban kalah kuat dengan tenaga pelaku sehingga terjadi perbuatan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban. Kejadian ini tidak hanya itu saja, namun terjadi berulang kali dalam kondisi dipaksa pelaku.

“Dalam perkaran tersebut, personel PPA Polresta Banda Aceh mengamankan barang bukti berupa satu helai baju kemeja dan celana jeans berwarna biru milik korban,” jelas Kasatreskrim.

Pelaku dijerat pasal 81 ayat (1) jo pasal 82 ayat (1) Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *