TMMD Bedah Keterisoliran Aceh Tamiang

Catatan: Eddyanto SST

“TMMD Pengabdian Untuk Negeri”. Inilah tema sentral yang kembali diangkat institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Reguler 2020.

Makna penting dari tema ini, bahwa TNI yang lahir dari rakyat ingin bersama sama rakyat mewujudkan pengabdian tanpa batas untuk negeri ini Indonesia tercinta. Kehadiran TNI harus benar-benar dirasakan dan membawa manfaat yang besar bagi rakyatnya dan juga republik ini.

Tahun ini, TMMD dimulai 30 Juni hingga 29 Juli 2020 secara serentak di 44 kabupaten/kota, 49 kecamatan, dan 74 desa di Indonesia dengan sasaran fisik dan non fisik.

Salah satu kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan “Program Andalan” dan “Sangat Merakyat” dari TNI AD adalah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang dipusatkan di Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun dan Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda.

Berbahagialah masyarakat di daerah ini. Agenda TNI ini menjadi anugerah tersendiri dalam upaya mengatasi keterisoliran daerah serta banyak fasilitas umum yang selama ini menjadi dambaan warga bisa dibangun.

Pintu Pembuka

Ya, kehadiran program TMMD di wilayah Aceh Tamiang ini bisa menjadi pintu pembuka bagi lahirnya semangat masyarakat daerah ini untuk bersatu padu, bergotong-royong, memupuk kebersamaan, silaturahmi dalam membangun daerahnya.

Dandim 0117/Aceh Tamiang  Letkol Inf Deki Rayusyah Putra yang juga Dansatgas TMMD ke-108  saat membuka TMMD tersebut, Selasa 30 Juni 2020 menyatakan siap melaksanakan kegiatan hingga tuntas dan selesai tepat waktu dengan target 100 persen.

Program TMMD merupakan salah satu wujud kepedulian TNI kepada Pemerintahan Daerah dalam membantu percepatan pembangunan di daerah tertinggal demi tercapainya kesejahteraan rakyat.

Sasaran fisik TMMD ke-108 Aceh Tamiang yakni penerobosan atau pembangunan jalan baru yang menghubungkan Desa Seumadam dan Desa Rimba Sawang sepanjang lebih kurang 4 kilometer dengan lebar enam meter.

Dandim juga menjelaskan, selain membuka jalan juga akan dilaksanakan pembangunan jembatan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga ada sasaran non fisik seperti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Sosialisasi KB Kesehatan, Penyuluhan Anti Narkoba, Penyuluhan Pertanian Pangan dan lainnya.

Karenanya, harap Dandim, kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya, mengingat kawasan pelaksanaan TMMD ini memiliki potensi hutan dan perkebunan rakyat yang melimpah.

Dengan hajatan TMMD ini, masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya dan nantinya akan memacu cikal bakal proses peningkatan ekonomi warga.

Senada dengan Dandim, Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin sangat mendukung kegiatan TMMD, sebab ini merupakan program memajukan daerah pedesaan yang tentunya berdampak pula ke masyarakat perkotaan dan ini merupakan akselerasi percepatan pembangunan di daerah.

Lanjut Wabup sembari mengutip pernyataan Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari saat virtual video confrence Pembukaan Rakornis  TMMD ke 108 secara nasional, Selasa 9 Juni 2020 bahwa program TMMD ini juga  mampu menurunkan angka kemiskinan.

Karenanya, dalam Rakornis TMMD ke 108, Aster Kasad menekankan, tujuan TMMD ini adalah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan tingkat kabupaten/kota, guna melaksanakan percepatan pembangunan Desa Melalui TMMD.

“Melalui TMMD ini harus bisa meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan rakyat,” tegas Aster Kasad.

Gembiranya Andika

Andhika, salah seorang warga merasa gembira dan bahagia hadirnya TMMD di daerahnya. Pasalnya, pembukaan jalan yang saat ini sedang digarap anggota Satgas TMMD dari tiga matra (TNI AD, AL dan AU) sudah mulai dirasakan wujudnya.

Akses jalan ini merupakan berkah, impian warga Rimba Sawang dalam memajukan perekonomian mereka, memajukan pertanian dan membangun daerah yang selama ini terbilang tertinggal akhirnya terwujud.

Andika mengungkapkan dirinya dan warga berharap dibangunnya jalan ini semoga dapat memperlancar transportasi masyarakat dalam mengangkut hasil  bumi mereka, apalagi di Desa Rimba Sawang ini memiliki hasil perkebunan berupa sawit, getah, padi sawah  dan hasil bumi lainya yang potensial agar dapat dipasarkan keluar melalui jalan ini.

Bahagianya Bukhari

Tak pernah bermimpi, namun kenyataan dan kuasa Ilahi Rabbi, lewat TMMD, Bukhari Muslim (38 tahun) yang tinggal bersama Istri dan 3 orang anaknya  di gubuk reot selama 4 tahun dan  kondisinya sangat  memprihatinkan akhirnya memiliki rumah tinggal yang layak dan sehat.

Lewat Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kopda Idrus Koramil 07/Kejuruan Muda telah mensurvei Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bukhari yang akan direhab/dibedah oleh Tim Satgas TMMD  di Dusun Tanjung Periok ini.

“Terima kasih bapak-bapak tentara yang membedah rumahnya dari gubuk reot kumuh kini  menjadi rumah yang layak huni dan sehat sebagai istana bagi dirinya dan keluarga,” ungkap Bukhari terharu.

Membangun RTLH.

Harapan Perbaikan Jembatan

Dititik terakhir salah satu Kampung Rimba Sawang tepatnya di Dusun Tanjung Periok terlihat jembatan yang sudah termakan usia, rusak berat.

Padahal selama ini, jembatan tersebut sebagai penghubung antar kampung serta ke Kabupaten. Dari cerita warga, bahkan jembatan tersebut sudah memakan korban akibat lantai jembatan sudah banyak berlubang.

 

“Hadirnya program TMMD, warga disini sangat mendambakan bisa TNI bisa merehab atau membangun jembatan yang sudah sangat mengkhawatirkan itu,” pinta Datok Penghulu (Kepala desa-red) Kampung Rimba Sawang, Said Razali  didampingi Abdullah,  Kadus Tanjung Periok.

Bak gayung bersambut, terkait harapan rakyat tersebut, disanggupi Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Inf Deki Rayusyah Putra.

“Dari program TMMD kita tetap fokus dengan rencana awal sesuai RAB, namun demikian  jembatan yang menjadi harapan warga tersebut juga akan kita bangun sebagai prioritas over prestasi TMMD,” sebut Letkol Inf Deki.

Pembangunan jembatan ini sebagai tambahan pekerjaan fisik atas permintaan masyarakat Kampung Rimba. Semoga jembatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat banyak dan tidak akan lagi menelan korban lagi.

Stabilisasi Lereng Bukit

Untuk memperkokoh badan jalan, Satgas TMMD juga melakukan stabilisasi lereng bukit agar tidak terjadi erosi lereng yang labil yang diakibatkan gerusan air resapan dan hujan.

Stabilisasi lereng bukit ini sudah 65 persen pengerjaannya di Desa Seumadam – Rimba Sawang Kecamatan Tenggulun.

“Ini kita lakukan, agar badan jalan yang sudah kita bangun tak sia-sia, terbebas dari pengikisan air atau erosi. Panjang stabilisasi lereng ini 41 meter dengan ketinggian tujuh meter dan merupakan sasaran pokok penting Infrastruktur jalan akses dua desa dalam TMMD,” jelas Deki.

Stabilisasi lereng ini untuk menahan satu titik jalan sepanjang 900 meter yang akan menopang jalan tembus antara Desa Seumadam-Rimba Sawang serta untuk memperkuat badan jalan yang sedang dibangun pada titik yang rawan longsor.

prasana jalan

Sementara itu, Jumain (52 tahun) warga Dusun Sejahtera Kampung Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda menyampaikan kegiatan TMMD, sungguh sangat membantu masyarakat. Harapannya, perekonomian masyarakat bisa meningkat.

“Kini akses jalan sudah terbuka serta waktu tempuh ke kota semakin singkat,” ujarnya terharu sambil berharap pada semua warga untuk menjaga pembangunan yang telah disumbangkan TNI dalam kemanunggalan bersama rakyat.

Kepala Dusun Sejahtera, Abidin didampingi Sekdes Kampung Seumadam Arifin serta Imam Dusun Amiruddin juga berterimakasih adanya program TMMD yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Demikian pula Datok Penghulu Kampung Seumadam Daru Yusman dan Sekretaris Desa Arifin juga sangat berterimakasih dan apresiasi kepada TNI dimana masuknya program TMMD ke desa ini menjadi langkah  lahirnya tali silaturahmi yang  lebih baik lagi sesama anak bangsa.

“Sebagai perangkat desa, adanya program TMMD kami ucapkan terimakasih, merupakan wujud kepedulian TNI yang sangat besar kepada masyarakat,” ujar Arifin.

Harapannya, lanjut Arifin, semoga program ini bisa masuk ke kampung lainnya, khususnya kampong-kampung pedalaman, karena adanya program ini bisa memajukan desa.[]

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Reguler Kodim 0117 Aceh Tamiang, Korem 011 Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda Aceh

Facebook Comments
(Visited 162 times, 1 visits today)
210 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *