Batasi Peliputan Presiden, PWI Nilai Hutama Karya Diskriminatif

halaman7.com Banda Aceh: Adanya syarat harus memiliki surat sehat atau bebas Covid-19 daam peliputan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dinilai terlalu mengada-ada. Pasalnya, syarat itu disampaikan kurang dari 24 jam kunjungan presiden ke Aceh.

Tentunya, hal itu menuai protes keras dari kalangan wartawan di Aceh. Seakan-akan pemegang otoritas Tol Sibanceh PT Hutama Karya, membatasi bahkan terkesan melarang wartawan lokal (Aceh) untuk meliput kunjungan presiden.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman menegaskan, jika wartawan lokal tidak bisa masuk meliput kedatangan Presiden Jokowi, Selasa 25 Agustus 2020 besok, merupakan tindakan yang sifatnya diskriminatif.

Apa pun alasannya, tegas Tarmilin Usman, tidak bisa diterima kalau para wartawan yang bertugas di Provinsi Aceh dibatasi untuk liputan presiden. Ini jelas tidak menghargai tugas jurnalistik.

“Bisa dikatakan, ini upaya menghalangi tugas wartawan,” ungkapnya.

Jika memang ada aturan khusus, untuk bisa meliput di acara presiden dan masuk jalan Tol Sibanceh, menurut Tarmilin Usman, pihak otoritas harus memberitahu jauh hari sebelumnya.

Surat Sehat

“Kalau saat mau liputan baru diminta syarat, tentu ada sedikit kerepotan,” tambahnya.

Apalagi dalam kondisi pandemik sekarang ini. Jika diminta wartawan sudah harus punya surat sehat. Seharusnya hal itu harus disampaikan seminggu sebelum datang presiden, biar bisa dilengkapi para wartawan.

“Kalau besok liputan, hari ini diminta surat sehat, tentu ngak bisa dipenuhi,” ujar Tarmilin sembari menambahkan, pihak otoritas harus paham soal itu. Jangan sekedar buat syarat.

Karena itu, Tarmilin Usman berharap kepada pemegang otoritas supaya dapat mencari solusi. “Kita harap wartawan lokal bisa meliput besok. Sehingga tidak ada kesan diskriminasi,” ingatnya.

Pihak otoritas, dalam hal ini PT Hutama Karya, selaku pemilik proyek harus mengakomodir wartawan lokal agar bisa meliput pada peresmian Tol Sibanceh oleh Presiden Jokowi.[andinova|red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *