Menapaki Jejak Sejarah Sembari Menikmati Keindahan Alam Sabang

Bnteng Tapak Gajah.[FOTO: h7 - M Munthe]

DIANTARA banyaknya destinasi wisata, terdapat sebuah tempat dimana keindahan alam, dan jejak sejarah berpadu. Destinasi wisata ini tidak hanya populer di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menjejaki keindahan dan kehangatan kota Sabang, tetapi juga sangat Hits dikalangan warga lokal. Destinasi ini bernama Benteng Tapak Gajah dan Benten Anoi Itam Sabang.

Peninggalan bersejarah tersebut menjadi pengingat bahwa Sabang pernah menjadi titik krusial dalam sejarah perdagangan dan pertahanan di masa pra kemerdekaan. Kini, peninggalan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menapaki dan menelusuri jejak sejarah sembari menikmati keindahan alam sekitar.

Seperti halnya situs benteng Tapak Gajah dan Benten Anoi Itam menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Warna Air laut biru berpadu dengan langit cerah menciptakan pemandangan yang menenangkan. Deretan kapal nelayan hingga kapal kargo yang melintas di jalur perdagangan internasional sering terlihat dari kejauhan.

Keberadaan berbagai situs tersebut membuat Sabang kerap dijuluki sebagai Kota Seribu Benteng, sebuah julukan yang menggambarkan betapa pentingnya peran Sabang dalam sejarah pertahanan di kawasan barat Nusantara.

Sejumlah situs benteng yang ada di Kota Sabang, kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi wisatawan. Para pengunjung datang tidak hanya untuk melihat bangunan situs benteng, tetapi juga untuk menikmati panorama luas Selat Malaka dari atas bukit tempat benteng tersebut berdiri.

Pesona Pantai dan Benteng Tapak Gajah

Pantai asri nan indah yang berlokasi di kawasan Tapak Gajah, Kota Sabang. Hamparan pasir putih yang lembut, lautnya tidak sekedar bewarna biru melainkan terdapat sentuhan nuansa tosca yang membentuk tiga lapisan gradasi berbeda di tiap kedalamannya. Barisan pohon pinus berjejer rapi di sepanjang tepian pantai seakan melengkapi keindahan dan menambah kesan eksotis pantai tersebut.

Baca Juga  Karomah Habib Husein Alaydrus Kramat Luar Batang

Pantai Tapak Gajah berlokasi di kawasan Tapak Gajah, Gampong Ie Meulee. Berdasarkan  cerita yang beredar di masyarakat, dinamakan Tapak Gajah karena dahulu pernah ditemukan bekas telapak kaki pada sebuah batu yang mana jejak kaki tersebut dipercaya sebagai tapak kaki gajah.

Pantai Tapak Gajah.[FOTO: h7 – M Munthe]
Rumor lain yang beredar mengatakan dahulu kala saat Kota Sabang masih di bawah penjajahan Belanda, hiduplah seorang pejabat Belanda di kawasan tersebut. Suatu hari dia membawa peliharaannya, seekor anak gajah berjalan-jalan, saat itu tertinggal bekas telapak kaki gajah tersebut, sehingga oleh masyarakat kawasan tersebut dinamakan Tapak Gajah.

Pantai tapak gajah hadir tidak hanya bagi pecinta pantai namun juga mereka yang menyukai sejarah. Jika kita menelusuri kawasan sekitar pantai, pengunjung akan menemukan Benteng Peninggalan Penjajahan Jepang.

Namanya benteng pertahanan tapak gajah, karena terletak di tanjung tapak gajah. Posisi yang langsung menghadap ke utara dinilai sangat strategis, dan ditakutkan akan mudah diduduki musuh, sehingga Jepang mendirikan sebuah benteng untuk mempertahankan daerah tersebut.

Ketika Jepang mendarat di Sabang pada Maret 1942, hal yang pertama yang dilakukan adalah membangun benteng-benteng Pertahanan di sepanjang garis pantai Kota Sabang. Mereka memulai project ini dengan nama operasi “T”.Sesuai namanya, benteng-benteng tersebut berfungsi sebagai perlindungan dan pertahanan dari  serangan musuh terutama serangan yang datang dari arah laut.

Karena itu, jika diperhatikan secara seksama terlihat lokasi dudukan artileri selalu diposisikan ke arah laut. Pembangunan benteng dianggap menguntungkan Jepang terutama dalam menghadapi perang Asia Pasifik. Maka, tidak heran jika berkeliling kota, pengunjung akan sering menemukan benteng peninggalan jepang di sepanjang pinggiran pantai.

Area dikawasan benteng terlihat teduh dan alami karena dipenuhi pepohonan besar, semak, dan tumbuhan liar. Berdasarkan informasi sebagian bangunan terletak sekitar 50 m dari tepi pantai dan sebagian lainnya terletak di bibir laut.

Baca Juga  Di Aceh Tamiang, Ada Kampung yang Boikot Alim Ulama

Jika dilihat penampakan stukturnya, benteng dibuat dengan menggunakan campuran semen dan kerikil. Dinding-dindingnya terlihat kokoh. Terdapat lapisan batu pada bagian atapnya. Bentuknya menyerupai gundukan tanah dengan pintu kecil ditengahnya yang berfungsi sebagai jalur masuk.

Bangunannya tertutup rerumputan dan pandan laut, sehingga apabila tidak diperhatikan dengan seksama pengunjung tidak akan menyadari keberadaan benteng tersebut.

Bangunan ini memiliki dua buah kamar di bagian kiri dan kanan ruang utama. Pada ruang utamanya terdapat bekas-bekas penempatan meriam. Pada bagian atap bangunan nampak lapisan batu, rangka besi, dan semen sebagai bahan pembuatan atap bangunan.

Di depan bangunan terdapat bangku beton sederhana yang dibuat untuk tempat peristirahatan bagi pengunjung. Jalan keramik selebar dua meter dengan kedalaman sejajar dengan lantai bangunan, juga memudahkan pengunjung untuk berjalan dan berfoto di area sekitar.

Benten Anoi Itam Sabang

Benteng Onoi Itam.[FOTO: h7 – M Munthe]
Benteng Anoi Itam menawarkan panorama alam yang menakjubkan dan sangat  ramai  dikunjungi wisatawan. Warna Air laut biru berpadu dengan langit cerah menciptakan pemandangan yang menenangkan. Deretan kapal nelayan hingga kapal kargo yang melintas di jalur perdagangan internasional sering terlihat dari kejauhan.

Masyarakat sekitar ikut menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan benteng agar tetap nyaman bagi pengunjung.  Benteng ini bukan hanya situs sejarah, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata di Sabang. Karena itu masyarakat ikut menjaga kebersihan dan lingkungan di sekitar lokasi.

Di kawasan wisata Benteng Anaoi Itam ini juga terlihat  beberapa warga membuka usaha kecil seperti warung makanan, minuman, hingga tempat istirahat bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia menyebutkan, situs beteng-benteng yang tersebar di Kota Sabang  tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus panorama alam yang kuat sebagai daya tarik wisata.

Baca Juga  183 CPNS Aceh Jaya Resmi Jadi PNS

Keberadaan benteng ini sebagai pengingat, Sabang bukan hanya kota wisata bahari tetapi juga wilayah yang menyimpan perjalanan sejarah panjang.  Terlebih lagi, di berbagai sudut Kota Sabang masih dapat ditemukan sejumlah bunker dan goa pertahanan peninggalan tentara Jepang.

Dengan  meningkatnya  wisatawan  ramai berkunjung,  tentu masyarakat juga merasakan manfaatnya. Karena itu kita berharap tempat ini terus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam dan sejarah, ujar Harry Susethia.

Situs benteng merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang menjadi bagian dari identitas Sabang ini tidak hanya menyimpan nilai historis, tetapi juga memiliki panorama alam yang kuat sebagai daya tarik wisata, dimana sebuah tempat yang menyatukan sejarah dengan panorama bahari yang menakjubkan.

Sejumlah situs benteng yang tersebar di Kota Sabang, kini  menjadi tempat favorit para pengujung. Bukan tanpa alasan, dengan kehadiran warung di sekitar kawasan menambah suasana lebih santai, para pengunjung  sambil berbincang hangat bisa menikmati secangkir kopi atau hanya sekedar berselfie dan berfoto ria bersama keluarga maupun kerabat.[pariwara]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *