Angka Kemiskinan Singkil, Terburuk Di  Provinsi Aceh

halaman7.com – Singkil: Angka Kemiskinan penduduk Kabupaten Aceh Singkil sebesar 20,20 persen. Ini merupakan terburuk di Provinsi Aceh berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020.  Kondisi tersebut turut menyumbang posisi Aceh menjadi Provinsi termiskin di Pulau Sumatera.

Kepala BPS Aceh Singkil Yuniarto melalui Koordinator Statistik Sosial, Andi saat merilis data persentase penduduk miskin kabupaten/kota se-Provinsi Aceh, tahun 2020.

Aceh Singkil tercatat menjadi kabupaten termiskin dari 23 kabupaten/kota dengan indeks kemiskinan tertinggi sebesar 20,20 persen, dalam perseribu penduduk. Disusul kabupaten Gayo Lues 19,32 persen dan Pidie 19,23 persen.

Sedangkan angka rata-rata kemiskinan di Provinsi Aceh tercatat 14,99 persen. Sementara indeks kemiskinan terendah ditempati  Kota Banda Aceh dengan  6,90 persen.

Meski angka kemiskinan Aceh Singkil 2020 sebesar 20,20 persen, indeks tersebut turun sebesar 0, 58 persen dibandingkan dengan  indeks kemiskinan 2019 lalu yang  tercatat  20,78  persen.

Kabupaten Aceh Singkil dengan luas wilayah sekira 1.857 km bujur sangkar, memiliki penduduk 126.514 jiwa dan tercatat sekitar 25.430 jiwa masuk dalam kategori warga miskin dengan penghasilan per bulan kurang dari Rp473.983.

Aceh Singkil tidak memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK), besaran upah disana berpatokan pada Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh 2020 sebesar Rp3.165.031.

Penyebab Kemiskinan

BPS Aceh Singkil menyebut penyebab kemiskinan di Aceh Singkil disebabkan  beberapa faktor. Diantaranya, tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih  kurang dan faktor ekonomi daerah kurang berjalan dengan baik.

Para pekerja di Aceh Singkil dan mereka  yang memiliki usaha disana bisa jadi bukan dari daerah setempat sehingga perputaran uang terbawa ke daerah lain.

Kata Andi melalui pesan whatsappnya, Sabtu 20 Februari 2021 melengkapi rilis data menjelaskan, hal ini seharusnya sejalan dengan angka kemiskinan yang menurun tetapi nyatanya banyak pekerja sawit yang bukan dari Aceh Singkil.

“Alhasil, data tersebut akan muncul pada daerah asal mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut disebutkannya, angka pertumbuhan ekonomi Aceh Singkil cukup tinggi. Artinya bila pertumbuhan ekonominya baik tetapi angka kemiskinan relatif naik. Hal ini karena kesejahteraan yang mengalami kenaikan adalah dari kalangan menengah ke atas.

Faktor penyebab kemiskinan selanjutnya adalah lebih besarnya pengeluaran rumah tangga daripada pendapatan.

“Dalam hal ini, baiknya dikembangkan perekonomian rakyat,” pintanya.

Sumber lain juga menyebut, realisasi proyek pembangunan yang tidak berdampak ekonomi bagi kabupaten itu turut menyumbang perlambatan pertumbuhan perekonomian rakyat [Tarmizi Ripan | red 01].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *