PPP Purbalingga Targetkan Tiga Besar Pemilu 2024

halaman7.com – Purbalingga: Sampai 2024 ditetapkan sebagai perang infanteri. Perang darat yang pasukan terdepannya adalah kader PPP.

Sehingga target tiga besar di tangan partai berlambang kakbah perolehan suaranya bisa meningkat tajam.

Serangan infanteri melalui pergerakan secara door to door dan personal aprouch, group interes, anak muda, santri, kalangan perempuan dengan kerja elektoral. Strategi ini cukup efektif untuk memengaruhi masyarakat.

Dari  analisis Tim survey luar, PPP Purbalingga kemungkinan akan mendapat 6-7 kursi pada 2024.

“Peta daerah pemilihan di Purbalingga ada kemungkinan si bagi menjadi 7 Dapil. PPP Purbalingga mengincar 1 kursi di masing-masing Dapil, ” kata H In’am Bi Rohmatillah, Sekretaris DPC Purbalingga, Kamis 1 April 2021.

Sementara itu Wakil Ketua DPC PPP Purbalingga, Sumiyarso menyatakan perlu modal besar untuk memperoleh suara banyak di Pemilu 2024.

Menurut tokoh senior PPP ini, PPP perlu kerja keras, merekrut kader berkualitas, populer, milenial dan PPP harus kompak.

Sejak partai ini didirikan, keikhlasan, semangat memperjuangkan aspirasi ummat dan perekrutan kalangan muda harus intens menjadi modal utama PPP akan semakin maju dan besar.

Mengingat dahulu, pada pemilu di era Orde Baru, PPP selalu menang atau mendapat suara yang signifikan di sini. Kini bila melihat semangat para kader maka keinginan itu yakin bisa terwujud.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Purbalingga, Hj Nurul Hidayah SH MSi menyatakan pada pemilu mendatang, ingin mengembalikan kejayaan partai yang ia pimpin seperti di masa lalu.

“Tidak tanggung-tanggung, PPP harus all out. Kita, tidak bicara target,” kata Hj Nurul Hidayah.

Caranya, memberikan pelayanan dan pendidikan politik kepada masyarakat. Begitu juga dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa PPP sebuah partai Islam dan nasional serta memperjuangkan nilai bahwa Islam sebagai agama ‘rahmatan lil alamin’.

Dalam Pilihan Bupati dan Pilihan Gubernur PPP memperoleh suara yang signifikan dan berkontribusi aktif dalam pembangunan. Peran PPP selama ini tidak bisa diremehkan.

“Kami berkontribusi positif untuk mewujudkan ci-cita pemerintah.Bahkan kami berada pada garda terdepan dalam membela kepentingan pemerintah,” kata Nurul Hidayah yang juga anggota FPPP DPRD I Jawa Tengah.

Wakil Sekretaris PPP Purbalingga Aji Setiawan juga mengakuinya. Untuk mengembalikan kejayaan PPP di Purbalingga bukan hal mudah. Di mana pada masa lalu pernah mendapat 17 kursi pada 1974, 13 kursi (1982) dan 7 kursi (1987).

“Apalagi di kalangan umat Islam sendiri, jargon ‘Islam Yes Partai Islam No’ begitu dalam merasuk. Anggapan ini benar benar telah menyusutkan posisi partai Islam karena dianggap berpolitik itu hal yang ‘tabu’ bagi kaum Muslim,” lanjut Aji.

Padahal, lanjut Aji, semua tahu sebuah keputusan politik itu merupakan lahir dari parlemen yang isinya adalah orang orang politik. Jadi bisa dibayangkan bila di sana tak ada kelompok partai yang memperjuangkan aspirasi umat Islam.

“Karena kami menyadari posisi itu, maka jelas posisi PPP itu tetap sangat strategis dan sangat diperhitungkan,” katanya.

“Untuk mencapai posisi yang penting, jelas para kader PPP harus bekerja sama dan memenangkan ajang Pemilu 2024 supaya partai ini punya kekuatan penting baik di parlemen maupun pemerintahan,” ujar Aji Setiawan, ST menutup perbincangan.[Jie Setia | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *