20 Tahun Jadi Pedagang Asongan, Mas Udin Kaget Dapat Lampu Air Garam dari Orang Aceh

halaman7.com – Banten: Lampu Air Garam adalah lampu yang menyala dengan cara menggunakan energi air garam atau air laut.

“Lampu ini memiliki dua fungsi, yaitu untuk Penerangan (pencahayaan) dan bisa charge Ponsel,” kata Tarmizi Age, warga asal Aceh di Tangerang, Banten, Jumat 25 Juni 2021.

Karena lampu ini dianggap bisa memiliki kemampuan untuk menyala dalam bebagai kondisi. Bahkan saat hujan dan basah sekalipun. Maka sangat cocok untuk digunakan para Pedagang Kaki Lima (PKL), pedagang asongan atau gerobak, yang menjaja makanan pada malam hari.

Lampu yang memiliki nilai ekonomis dan bergaransi satu tahun dengan bentuk unik dan menarik itu. Bagus untuk digunakan pedagang asongan, wisata alam dan wisata bahari, lampu meja di caffe, di restouran, tak terkecuali perhotelan dan pertamanan.

Dengan manfaat yang besar itu, pria lulusan AMU Nordjylland, Aalborg, Denmark ini, malam tadi menghadiahkan Mas Udin, seorang pedagang asongan di Tangerang, Banten, lampu tersebut.

“Menerima Lampu Air Garam sumbangan orang Aceh, Mas Udin merasa kaget,” ujar Tarmizi Age.

Mas Udin kini bisa memakai lampu Air Garam tersebut setiap malam. Ia sangat berterimakasih atas pemberian dan sumbangan itu. Sehingga bisa lebih kelihatan barang dagangannya, apalagi sekarang lagi musim hujan.

“Saya sangat senang dan terharu. Sekali lagi terimakasih atas kepedulian Tarmizi Age,” ujar Mas Udin yang sudah menjadi pedagang asongan di Kecamatan Panongan 20 tahun.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *