Minim Anggaran, Penegakan Syariat Islam di Aceh Besar Mandek

halaman7.com – Aceh Besar: Akademsi Unaya, Aceh Besar Usman Lamreueng mengatakan, pelaksanaan implementasi Syariat Islam, diawal pemerintahan Mawardi Ali-Waled Husaini begitu gencar, sporadis, dan mampu menaikan popularitas kedua penguasa Aceh Besar tersebut.

Namun seriring berjalan pelaksanaan Syariat Islam semakin meredup. Apalagi hubungan bupati dan wakil bupati sedikit sempat rengang. Sehingga pelaksanaan syariat Islam diawal sangat sporadis, dipertengahan semakin menurun, hal ini bisa saja dilihat dari penegakan syariat Islam.

Saat ini, penegakan syariat Islam yang dicetuskan tidak berjalan dengan mulus. Akibat alokasi anggaran pada Dinas Syariat Islam, dan alokasi anggaran pada Wilayatul Hisbah (WH), sebagai garda terdepan dalam pemberantasan maksiat sangat minim.

Sepertinya pelaksanaan Syariat Islam belum punya master plan yang jelas. Ditambah minimnya anggaran, atau jangan-jangan Syariat Islam hanya sebagai bagian kerja politik sebagai bagian mendongkrak popularitas saja.

“Hanya pada slogan, bukan pada implementasi,” tegas Usman Lamreueng, Sabtu 3 Juli 2021.

Disisi lain, lanjut Usman, maraknya peredaran narkoba di Aceh Besar sangat memprihatinkan. Seharusnya ini juga menjadi perhatian serius pemerintah Aceh Besar. Karena ini bagian dari tantangan dalam penegakan Syariat Islam.

“Maka sudah seharusnya pemerintah Aceh Besar memperbesar alokasi anggaran untuk Dinas Syariat Islam,” ujarnya.

Pihaknya berharap, berbagai janji politik dan janji lainnya yang terlanjur disampaikan pada publik. Hendaknya Pemkab Aceh Besar, segera ditepati. Mumpung masa jabatan tinggal setahun lagi.

Masih ada waktu untuk direalisasikan. Apalagi kabarnya Bupati berencana berpartisasipasi mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2024. Tentu butuh dukungan warga Aceh Besar.

“Untuk itu, Pak bupati harus penuhi janji. Pasti warga Aceh Besar akan mendukung,” pungkas Usman.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *