Wakil Walikota Langsa Minta DKA Menjadikan Seni Tradisional Berdaulat

halaman7.com  Langsa: Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, meminta Dewan Kesenian Aceh (DKA) bisa menjadikan kesenian tradisional berdaulat di daerah sendiri.

Keberadaan (DKA) Langsa, harus menjadi wadah para pelaku seni untuk memajukan seni yang ada di wilayah ini.

“Kita butuh motor untuk mendorong agar seni lokal dapat berdaulat di daerah sendiri,” ujar Marzuki Hamid, saat melantik dan mengukuhkan pengurus DKA Langsa periode 2021-2026 di Aula Setdakot Langsa, Kamis 15 Juli 2021.

Menurutnya, semangat berkesenian rakyat Aceh sangat tinggi. Karena itu perlu pembinaan dan dukungan yang terus menerus. Agar tata kelolanya berjalan dengan baik.

“Saya berharap DKA bisa mengkoordinasi ini semua. Melalui berbagai aktivitas, kreativitas, dan manajemen seni yang baik,” ujarnya.

Saat ini banyak masyarakat di luar Aceh yang begitu tertarik dengan kesenian Aceh. Hingga mempelajari dan mementaskannya. Namun, ada juga generasi muda di Aceh yang cenderung menganggap seni tradisional sudah ketinggalan zaman. Bahkan, lebih tertarik dengan tayangan televisi yang menyuguhkan kesenian seni modern.

“kuncinya pada kita semua. DKA harus berperan sebagai wadah pelaku kesenian. Selain itu, tugas pemerintah hanya bersifat memfasilitasi dan mendorong. Selebihnya diperlukan eksistensi ektra dan peran pengurus DKA itu sendiri,” ujar Wakil Walikota.

Marzuki menambahkan, Aceh memiliki nilai keistimewaan dalam dunia kesenian. Untuk itu, semua pihak diajak fokus dalam mengembangkan kesenian di Aceh.

DKA harus bekepentingan dalam mengembangkan nilai kesenian di Aceh. Selama ini terkesan kesenian Aceh dinomorbelakangkan. Jadi, kedepan, DKA dan para seniman untuk mengembangkan nilai kesenian di Aceh.

Ketua DKA Langsa terpilih, Freddy Alam Sujaya, mengucapkan terimakasih kepada Pemko Langsa yang telah mendukung kegiatan ini.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemko Langsa sehingga DKA kota Langsa dapat melaksanakan berbagai kegiatan termasuk pelantikan. Sinergitas ini agar terus berlanjut. Demi kemajuan kesenian Aceh di masa akan datang,” ujarnya.[habib | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *