Tamiang Pande, Aplikasi e-Learning Pertama di Aceh

Catatan: Eddyanto SST

“Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital, Semakin Maju”

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia dan tanah air dalam kurun waktu lebih kurang dua tahun ini telah mengubah segalanya.

Tidak saja disisi kesehatan, pendidikan, ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat lainnya. Pandemi yang melanda dunia ini juga telah membuka mata dan peradaban serta kehidupan manusia untuk “melek tehnologi”.

Ya, tak dipungkiri, disengaja atau tidak, suka atau tidak. Pandemi Covid-19 ini telah melahirkan pemikiran pemikiran visioner. Terutama bagi para ahli dan kita semua. Untuk membuat berbagai terobosan baru agar hidup dan aktifitas kita tidak terganggu bahkan terkendala akibat pandemi Covid-19 ini.

Salah satu contoh di tanah air. Akibat pandemi Covid-19 ini, dunia pendidikan nyaris vakum akibat tidak ada pembelajaran tatap muka (pertemuan langsung di kelas). Baik di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus perguruan tinggi diberbagai penjuru tanah air. Tidak terkecuali di wilayah paling barat tanah air ujung Sumatera, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Pandemi ini telah membuat setidaknya para orangtua dan tenaga pendidik resah akan keberlangsungan pendidikan. Proses transfer ilmu pengetahuan putra-putri mereka jadi tidak efektif.

Menyikapi keresahan tersebut, Akhirnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melahirkan sebuah inovasi dalam mengatasi kendala belajar selama masa pandemi. Inovasi tersebut berupa aplikasi e-Learning “Tamiang Pande” berbasis digital.

Bupati Aceh Tamiang Mursil saat meluncurkan/melaunching Aplikasi “Tamiang Pande” ini, Selasa 6 Oktober 2020 silam di Aula Setdakab Aceh Tamiang mengatakan Aplikasi e-Learning “Tamiang Pande” sebuah terobosan kekinian. Akan mejawab semua permasalahan dan kendala yang dihadapi orangtua, guru dan siswa.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada pejuang pejuang tehnologi dan informasi, Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Diskominfosan ) Aceh Tamiang yabg telah berinovaai melahirkan e learninv Tamiang Pande ini,” ucap Mursil.

Sebut orang nomor satu di Kabupaten berjuluk “Muda Sedia” ini, dalam mengatasi pembelajaran secara daring yang memiliki banyak kendala. Aceh Tamiang telah melakukan dua tahap kebijakan pada bidang pendidikan.

Dikatakan, saat masih ada almarhum Kepala Dinas Pendidikan (Zulkarnain Putra), bersama-sama saat itu kita luncurkan program konsultasi belajar di Masjid Salman Al-Farisi, Tualang Cut, Manyak Payed.

Aplikasi e Learning Tamiang Pande ini adalah inovasi kedua dalam bidang pendidikan. Dengan memanfaatkan teknologi canggih berbasis digital.

Langkah Tepat
Orang nomor satu di Aceh Tamiang ini berharap, aplikasi e-Learning ini menjadi langkah yang tepat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang. Dalam membangun kecerdasan masyarakat meski di tengah serbuan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih mendera Aceh Tamiang dan tanah air.

Bukan main-main, lanjut Mursil, aplikasi e-Learning terpadu berbasis android dan IOS ini merupakan pertama di Aceh. Di dalamnya terdapat menu video manajemen sistem. Ujian online dan informasi terpadu. Mengenai perkembangan pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Peluncuran aplikasi ini ditandai dengan suara sirine dan pemutaran video ringkas tata cara pengoperasian aplikasi e-Learning “Tamiang Pande”. Bupati Mursil mengajak mereka secara langsung untuk mendownload aplikasi tersebut di play store pada android masing-masing.

“Buka play store, kemudian ketik “e-Learning Tamiang Pande” pada kolom search. Setelah muncul iconnya, tinggal klik instal. Secara otomotis aplikasi akan terpasang di smartphone,” kata Mursil.

Sementara Kadis Kominfosan Drs Amiruddin Y (saat itu-red) mengatakan hadirnya aplikasi ini merupakan tindaklanjut dari arahan Bupati Mursil pada rapat rutin awal Agustus lalu. Ini untuk menjawab keresahan masyarakat dan tenaga pendidik di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Aplikasi Tamiang Pande hadir menjadi solusi, belajar online jadi lebih mudah,” tutup Amiruddin yang saat ini menjabat dijabatan baru sebagai Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Tamiang.

Kehadiran aplikasi ini juga bakal merambah tanah air. “Indonesia Terkoneksi: Semakin Digital, Semakin Maju,” sebut Amiruddin lagi.

“Tentunya kita semua berharap upaya bersama pemerintah menjadikan Indonesia Terkoneksi melalui penyediaan akses teknologi informasi dan komunikasi. Hingga kesiapan ekosistem digital yang merata di seluruh Indonesia terwujud,” tutup Amiruddin.

Tehnologi Digital
Dalam konteks dan sisi lain. Penggunaan internet seperti sekarang menuntut masyarakat menguasai teknologi digital yang terus berkembang pesat.

Dalam upaya merealisasikan masyarakat digital yang berdaya dan bertalenta inilah. Kementerian Komunikasi dan Informatika menekankan pentingnya literasi digital. Seiring dengan dilaksanakannya agenda percepatan transformasi digital nasional. Sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan dalam program Primetalk yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta mengenai capaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’, Kamis 29 Juli 2021 lalu.

“Seiring dengan dilaksanakannya pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Nusantara. Diperlukan penguatan keterampilan digital masyarakat untuk navigasi serta pemanfaatan teknologi dan ruang digital yang positif dan optimal,” kata Samuel A Pengerapan.

Menurut Semuel, setiap tahun program ini akan menjangkau lebih dari 12,4 juta partisipan pelatihan di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia.

“Dengan demikian diharapkan setidaknya terdapat 50 juta masyarakat Indonesia yang akan terliterasi digital sampai 2024 mendatang,” ujarnya.

Hingga 26 Juli 2021, kata Dirjen Semuel, Program Literasi Digital Nasional telah mencapai 3.258.687 peserta sejak diuncurkan Presiden Joko Widodo pada 20 Mei 2021 lalu. Secara lebih spesifik, capaian-capaian tersebut dapat diakses publik melalui dashboard.literasidigital.id.

Empat pilar literasi digital sebagai dasar pelaksanaan kegiatan dalam rangka menguatkan keterampilan dasar di bidang digital. Program ini akan dilaksanakan melalui lebih dari 20.000 kegiatan pelatihan daring yang gratis untuk seluruh masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan yang gratis dan terbuka untuk umum ini dapat diakses melalui event.literasidigital.id,” kata Dirjen Semuel.

Setiap kegiatan akan mengacu pada modul dan panduan kurikulum yang didasarkan pada empat pilar literasi digital, yaitu: kemampuan berdigital, budaya digital, etika berdigital dan keamanan berdigital, yang akan terus dikembangkan secara berkala dengan mengikuti perkembangan dunia digital.

“Keberadaan kegiatan yang gratis dan terbuka luas tersebut diharapkan dapat merealisasikan dan terwujudnya pemanfaatan teknologi secara produktif, aman, beretika, serta berbudaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Aplikasi dan Situs Materi Literasi Digital

Selain menawarkan kegiatan-kegiatan dalam bentuk webinar dan kelas-kelas daring. Program ini juga memiliki berbagai materi dan bacaan-bacaan yang dapat diakses publik melalui literasidigital.id.

Materi literasi digital tersebut juga dapat diakses melalui aplikasi Siberkreasi yang tersedia di Playstore maupun Appstore.

Melalui kemudahan akses terhadap materi-materi serta kegiatan-kegiatan literasi digital ini. Diharapkan masyarakat luas dapat memanfaatkannya untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuannya terkait literasi digital.

“Dengan adopsi teknologi baru dan literasi digital, kami percaya bahwa transformasi digital dapat mendorong kreativitas dan inovasi baru di berbagai sektor,” tutur Dirjen Semuel. Semoga!

(Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Anugerah Jurnalistik Kominfo Tahun 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *