Keselamatan Jiwa Teramcam di Jalan Provinsi  Singkil

halaman7.com – Singkil: Kerusakan jalan di ruas jalan provinsi Lipat Kajang-Singkil, Kabupaten Aceh Singkil memprihatinkan. Selain berlobang, sejumlah titik badan jalan juga amblas. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kecelakaan yang  mengancam keselamatan jiwa pengguna jalan.

Jalan provinsi yang rusak dan kupak-kapik itu, tersebar pada empat wilayah kecamatan kabupaten bermoto ‘Sekata-Sepakat’. Meliputi Kecamatan Simpang Kanan, Gunung Meriah, Singkil Utara dan Kecamatan Sngkil.

Potret buram fasilitas utama perhubungan darat ini menjadi cibiran rakyat di sana. Karena telah menyebabkan sejumlah kecelakaan yang menelan korban luka-luka hingga korban jiwa bagi pengguna jalan.

Sebaran kerusakan jalan provinsi yang belum mendapat perhatian perbaikan dan perawatan dari Dinas Bina Marga atau PUPR Provinsi Aceh yang bertanggung jawab atas penganggaran biaya dan pengerjaan.

Terkhusus Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sebagai pemegang mandat otoritas  birokrasi  dan politik, Pemerintah Aceh.

Figur yang di idolakan rakyat Aceh Singkil, untuk bisa membawa peningkatan kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat tersebut, kini tidak bisa berbuat. Untuk  merealisasikan janji politiknya.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, selaku pemilik teritorial yang langsung bersinggungan dengan rakyat di sana. Diminta harus bekerja maksimal untuk mengusulkan perbaikan jalan provinsi di wilayah itu kepada  pihak berkompeten di Provinsi Aceh

Dari pantauan media ini, pada Selasa-Rabu, 7-8 September 2021, sebaran kerusakan jalan provinsi pada ruas Lipat Kajang-Singkil sekira sepanjang 62 kilometer (km). Mulai dari Tugu Kelapa Sawit Lipat Kajang Atas hingga Tugu Bank Aceh Pulo Sarok, Singkil.

Kerusakannya bervariasi jenisnya. Meliputi jalan retak-retak jalan berlobang dengan diamter kecil 20-an  centimeter (cm) hingga 50-an cm. Bahkan ada  yang berdiamer satu meter lebih.

Kerusakan jalan provinsi yang melintasi empat wilayah kecamatan. Dengan rincian, Lipat Kajang Atas hingga Jembatan Lae Mbereng atau yang lebih dikenal Embung  Sianjo- Anjo untuk wilayah Kecamatan Simpang Kanan

Lalu Embung Sianjo-anjo hingga Jembatan Lae Ijuk, Kampung Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah. Serta Kampung Baru hingga Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara.

Sedangkan kerusakan jalan terparah yang berlobang dan amblas  tersebar pada beberapa titik. Mulai dari Kampung Suka Damai hingga Tugu Bank Aceh Pulo Sarok, di wilayah Kecamatan Singkil dengan panjang sekira 12 km.

Terparah

Kerusakan jalan provinsi terparah terdapat di wilatah Kecamatan Singkil yang tersebar pada beberapa titik. Meliputi Kampung Suka Damai yang lebih dikenal dengan Trans Nelayan hingga Kampung Pemuka Baru.

Di kawasan ini selain penyempitan badan jalan dan  berlobang. Kerusakan aspal sisi kiri dan kanan bahu jalan serta amblas. Hal ini diperburuk dengan pendirian sejumlah bangunan kios warga di bahu jalan.

Kemudian di kawasan Kampung Ujung Bawang karena penyempitan badan jalan dan kerusakan jalan berlobang dan amblas. Serta pemasangan tiang bendera program dana desa yang di pasang di bahu jalan mengganggu.

Kondisi  dan kerusakan serupa juga terdapat di Kawasan Selok Aceh hingga Pulo Sarok Singkil.

Camat Singkil, Sopyan Pohan SH yang ditanya tentang keluhan warga atas kerusakan Jalan Provinsi di wilayah kerjannya, Rabu 8 September 2021 menyebutkan, banyak tokoh masyarakat termasuk kepala kampung di sana mengeluhkan kerusakan jalan  provinsi itu kepadanya.

Mereka mengeluh karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas akibat lobang dan jalan amblas. Hingga menyebabkan korban luka-luka bahkan ada juga korban meninggal.

“Sejumlah kepala kampung dan tokoh masyarakat  bercerita mengeluhkan kerusakan jalan yang bisa menyebabkan terjadinya  kecelakaan lalu lintas,” sebut Sopyan.

Menurut Sopyan, karena laporan kerusakan jalan disampaikan masyarakat secara lisan. Maka pihaknya juga menyampaikan laporan keluhan itu kepada pimpinan juga secara lisan

“Namun instansi atau pihak yang berkompeten menangani jalan. Baik usulan dan perbaikan jalan adalah Dinas Pekerjaan Umum ((PU),” jelasnya tentang mekanisme birokrasi pemerintahan.[Tarmizi Ripan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *