Meskipun di Perantauan, Tradisi Adat Aceh Tetap Dipertahankan

halaman7.com – Tangeràng: Meskipun berada di perantauan, tradisi adat Aceh tetap dipertahanan. Seperti yang dilakukan Ketua Majlis Ta’lim Sirul Mubtadin Pulau Jawa, Tgk Buchari Ali SHi yang menggelar walimatul aqiqah untuk anaknya Saidatuna Abila.

Warga Aceh di Banten, Tarmizi Age, Jumat 29 Oktober 2021 mengatakan, walimatul aqiqah sekalian dengan prosesi turun tanah sesuai adat Aceh. Seperti belah kelapa (phoek u) dan pijak tanah (peugilheu tanoeh).

Ketua Majlis Ta’lim Sirul Mubtadin Sindang Jaya, Tangerang, Banten, Nur Efendi menyampaikan, pada malam ini jamah pengajian Sirul Mubtadin akan hadir juga melakukan doa.

Selain walimatul aqiqah yang digelar khusus Tgk Buchari Ali dan Ummi Lasmini untuk anaknya, dalam waktu bersamaan juga menggelar kenduri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Ketua Aceh Tangerang Raya (ATRA) Sayed Muhammad SE mengucapkan selamat kepada Pimpinan Majlis Ta’lim Sirul Mubtadin Pulau Jawa yang telah diberi cahaya mata cantik oleh Allah yaitu Saidatuna Abila.

“Semoga menjadi anak yang salihah,” ujarnya melalui Tarmizi Age.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *