Gantikan Pidie, Aceh Besar Siap Jadi Tuan Rumah PORA 2022

Jantho Sport Centre

halaman7.com – Aceh Besar: Kabupaten Aceh Besar menyatakan siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV 2022 yang dijadwalkan berlangsung pada Nopember 2022.

Seharusnya, kejuaraan olahraga multi even itu dilaksanakan di Pidie. Namun secara resmi Pemkab Pidie selaku tuan rumah meminta penundaan kepada Pj Gubernur Aceh yang ditembuskan ke KONI Aceh.

Insya Allah, jika memang diberi kepercayaan.  Aceh Besar siap untuk menjadi tuan rumah. Ini semata mata untuk mengamankan pelaksanaan kegiatan itu tetap on schedule. Karena semua daerah peserta PORA telah menyiapkan diri.

“Termasuk soal anggaran yang diplot tahun ini bukan 2023,” kata Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, Senin 12 September 2022, petang.

Menurut Iswanto, Aceh Besar memiliki fasilitas yang siap dipakai, jika memang dipercayakan menjadi tuan rumah. Fasilitas itu mulai dari main stadium hingga penginapan atlet peserta. Semua itu karena Aceh Besar adalah tuan rumah PORA 2018 silam.

Dikatakan, Aceh Besar memiliki fasilitas utama dan pendukung yang dapat digunakan kembali. Dengan dibantu biaya untuk melakukan rehab ringan di sana sini oleh Pemerintah Aceh maupun KONI Aceh.

“Insya Allah, proses rehab itu dipastikan akan tercover dengan sisa waktu pelaksanaan pada Nopember mendatang. Intinya, kita siap jika memang dipercaya,” tandas Iswanto.

Sebelumnya, Pemkab Pidie meminta pelaksanaan PORA XIV 2022 yang dijadwalkan pada Nopember 2022 ini agar ditunda ke Juni 2023.

Alasannya, masih banyak sarana dan prasarana yang belum rampung dikerjakan. Sehingga tak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan.

Permintaan penundaan even empat tahunan itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto dalam suratnya kepada Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki belum lama ini.

Baca Juga  Tekan Angka Kematian Akibat Sakit, Aceh Tamiang Kini Miliki Gedung PSC 119

Namun KONI Aceh dan Dispora Aceh secara terbuka menyatakan, penundaan tersebut tak memungkinkan. Karena pertimbangan persiapan tim peserta seluruh Aceh, termasuk soal penganggaran yang akan menjadi kendala tersendiri.[ril| red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.