Kita Sambut Ramadhan tanpa Teror

Pembaca halaman7.com yang senantisa dalam lindungan Allah SWT

JUTAAN ummat muslim di Indonesia dan dunia, termasuk di Aceh, mulai Kamis 23 Maret 2023 akan menjalani ibadah puasa pada Ramadhan 1444 H. Tentunya, umat muslim menyambutnya dengan gembira.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu dalam setiap tahunnya bagi umat muslim. Karena, ramadhan tahun ini tak ada lagi terror yang menghantui, seperti dua tahun sebelumnya.

Pada ramadhan dua tahun sebelumnya, ummat muslim di hantui dengan teror Covid-19. Hingga pemerintah pun sempat melarang bagi umat islam untuk melaksanakan shalat tarawih di masjid. Sebab dikawatikan akan maskin menyebar virus yang telah mematikan ratusan ribu manusia tersebut.

Tentunya, kita berharap dengan normalnya kondisi saat ini. Pelaksanaan ibadah pada ramadhan 1444 H ini akan lebih baik. Umat muslim tak perlu lagi kawatir dan merasa takut, dengan teror Covid-19.

Beribadah tanpa teror tentu diharapkan kita sebagai umat muslim bisa lebih khusuk. Dimana akhirnya kita bisa menjadi insane yang benar-benar bertaqwa, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah 183.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al Baqarah: 183)

Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 inilah yang menjadi dasar bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa. Allah menyampaikan, puasa merupakan ibadah yang bersifat wajib.

Maka dari itu, mulai dari kampung-kampung sampai perkotaaan semua orang Islam berkewajiban melaksanakan ibadah puasa. Rasanya, tak ada hal bagi kita untuk melewati ibadah puasa ini dengan sia-sia.

Baca Juga  Mahasiswa Ancam Gelar Aksi, Desak Pemkab Nagan Raya Cabut Izin PT KIM

Akan tetapi pada ayat berikutnya, Allah memberikan pengecualian kepada tiga orang untuk boleh tidak berpuasa Ramadhan yakni: (1) orang yang sedang sakit, (2) orang yang sedang bepergian atau musafir, (3) orang tua/renta (perpaduan antara fisik dan usia).

Alasan pertama bagi orang yang sakit dapat dispensasi tak berpuasa, semoga bisa kita lalui. Apalagi terror Covid-19 itu sudah tak ada lagi. Jadi jangan sia-siakan ramadhan 1444 H tahun ini, bagi kita untuk melewatkan puasa.

Mari kita sambut ramadhan ini dengan penuh kegembiraan. Yang semata-mata karena Allah. Dengan tujuan akhir yang dicapai sebagai insan yang bertaqwa.[h7]

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *