PUISI Zulkifli Abdy: ENANG-ENANG (Asa Yang Tak Binasa)

ENANG-ENANG
Enang-Enang nyanyian ilalang
Lanskap alam yang nyaris hilang
Tatkala dilanda banjir bandang yang
tiba-tiba saja datang
Jalan berkelok patah di tepi jurang
Tapak senja tak tinggalkan jejak
Namun kisah tentang lembah di
Bener Meriah itu tak akan lenyap
Tak pula akan sirna ditelan zaman

Urat nadi ekonomi di dataran tinggi
Gayo nyaris terputus
Bukit tergerus namun asa tak pupus
Kala bencana tiada yang mengurus
Masyarakat bahu-membahu bangkit
Memulai sesuatu dari yang sedikit
Tangan-tangan ikhlas mulai terulur
Jalan yang rusak pun mulai diukur
Ternyata tiada yang tak mungkin
Dengan tekad kuat dan yakin

Kini Enang-Enang telah bangun
Dari tidur panjang hampir setahun
Setelah luluh lantak didera banjir
Genang air telah berubah menjadi
secercah harapan
Tangan-tangan peduli pun datang
Mereka pahlawan tanpa tanda jasa
Yang berjuang di lembah derita
Berurai airmata di ranah bencana

Rasa terabai telah menggugah
naluri bangkit penghuni lembah
Berbekal tekad tak akan menyerah
Demi harkat martabat serta marwah
Para musafir kini mulai lalu-lalang
Dengan raut wajah terlihat riang
Mereka memberi makanan, dan ada
pula yang menitip uang
Pada relawan yang gotong-royong
Oh, Enang-Enang balada nestapa
Di sana asa tak akan binasa.

(Banda Aceh, 26 Juni 2026)

Catatan Redaksi: Zulkifli Abdy, mulai menekuni dunia penulisan sejak remaja secara otodidak. Pria kelahir di Jambi 1 Januari 1959 memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi. pada 1970 hizrah dan berdomisili ke Banda Aceh hingga saat ini.

Sejumlah tulisannya baik artikel dan puisi banyak tersebar dan terpublis disejumlah media di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *