Didong Jalu di Banda Aceh, Sriwijaya Taklukkan Kebinet

Ceh Win Kul Bertahan Kona Tokul

Didong jalu Kabinet vs Sriwijaya di Banda Aceh.[FOTO: h7 - dok kna]

halaman7.com – Banda Aceh: Pertarungan syair antara Klop Didong Sriwijaya dari Bener Meriah dan Klop Didong Kebinet dari Aceh Tengah berlangsung sengit dan penuh kejutan. Ceh Win Kul dari Kebinet memilih bertahan menghadapi rentetan kritik dan serangan syair (tokul) yang dilancarkan Ceh Ali Amran bersama Nawi Alhas dan Zamharira dari Sriwijaya.

Pertemuan dua klop Didong tersebut berlangsung di Aula Taman Seni dan Budaya Aceh, Banda Aceh, Sabtu 10 Oktober 2026, malam. Ribuan tepuk tangan penonton menggema sepanjang pertunjukan, menandai tingginya antusiasme masyarakat Gayo menyaksikan tradisi adu syair tersebut.

Suasana semakin meriah ketika Rahmuddinsyah, anggota DPRA yang juga pembina Klop Didong Kebinet, bangkit dari kursinya dan naik ke panggung untuk memberikan saweran kepada Sriwijaya. Momen itu terjadi setelah Kebinet melontarkan syair yang menyebut teruna datang ke Banda Aceh untuk mencari suaka.

Aksi tersebut menjadi salah satu momen yang menyita perhatian penonton, memperlihatkan bagaimana sindiran dan kritik dalam Didong Jalu dapat memancing reaksi spontan sekaligus menghidupkan suasana pertunjukan.

Sriwijaya Unggul

Pada penghujung acara, dewan juri yang terdiri atas Abdul Karim Gito, Drs Abdurrahman, dan  AKBP (Purn) Ali Jenah mengumumkan hasil penilaian.

Klop Didong Sriwijaya dinyatakan meraih nilai tertinggi, unggul dengan selisih dua angka dari Klop Didong Kebinet. Hasil tersebut menutup pertarungan panjang kedua kelompok yang saling beradu ketangkasan merangkai syair, menyampaikan kritik, serta mempertahankan kehormatan masing-masing klop.

Ketua panitia, Mahlizar Sabdi, menyampaikan terselenggaranya Didong Jalu di Banda Aceh tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, hingga Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Dukungan juga datang dari masyarakat Gayo di Banda Aceh, termasuk sejumlah anggota DPRA.

Baca Juga  Gempar, Ceh Win Kul Turun Gunung Guncang Taman Budaya Aceh Malam Ini

“Tentu juga bantuan personal masyarakat Gayo di Banda Aceh, Anggota DPRA Salihin, Rahmuddinsyah, Sutarmi, Taufik, Salwani yang  membantu acara,” kata Mahlizar Sabdi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pertunjukan budaya Gayo di ibu kota provinsi, sekaligus mempertemukan masyarakat dari dua daerah asal kelompok Didong yang tampil.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Wakil Bupati Bener Meriah Armia, Plt. Sekda Aceh Tengah Alam Suhada, anggota DPRA Sutarmi, Ketua Keluarga Negeri Antara (KNA), serta para tokoh masyarakat Gayo di Banda Aceh.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Keluarga Negeri Antara (KNA), Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA), dan Himpunan Pemuda Mahasiswa Bener Meriah (HPBM).[ril | andinova]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *