KONI Pijay Pertanyakan Legalitas Askab

Dukung Penunjukan Plt Ketua PSSI Aceh

Ketua Harian KONI Pidie Jaya

halaman7.com – Pidie Jaya: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) secara terbuka mempertanyakan legalitas kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pidie Jaya.

Langkah ini diambil seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Asprov PSSI Aceh periode 2022–2026, di bawah kepemimpinan Nazir Adam, serta ditunjuknya Rudi Yulianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Aceh oleh PSSI Pusat.

Ketua Harian KONI Pidie Jaya, Saiful Bahri menegaskan, kepastian legalitas struktur organisasi PSSI di tingkat daerah sangat mendesak.

Hal ini menyangkut kelangsungan dan arah pembinaan cabang olahraga (cabor) sepakbola di Kabupaten Pidie Jaya agar tetap berjalan secara sah dan terarah.

“Legalitas ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan pembinaan cabor sepakbola di Pidie Jaya,” terang Jumat 23 Oktober 2026.

Dikatakan, pihaknya butuh kejelasan agar program-program pembinaan atlet tidak terkendala di kemudian hari,

Saiful Bahri, sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia sepakbola nasional sebagai mantan wasit dan pengawas pertandingan (PP), lebih lanjut, Saiful menuturkan, bahwa KONI Pidie Jaya sama sekali tidak berniat mengintervensi urusan internal maupun figur pimpinan di tubuh PSSI Pidie Jaya.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai kepemimpinan tersebut kepada PSSI Aceh sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang berlaku.

Hanya saja, Saiful mengungkapkan keprihatinannya terkait minimnya komunikasi dari pimpinan PSSI tingkat kabupaten saat ini.

Menurutnya, pengurus PSSI Pidie Jaya tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihak KONI Pidie Jaya, sehingga terjadi ketidakharmonisan antara KONI dengan PSSI Pijay.

“Kami tidak mempermasalahkan siapa pun yang memimpin PSSI Pidie Jaya karena itu sepenuhnya kewenangan PSSI Aceh,” tandasnya.

Dikatakan, siapa pun boleh jabat ketua atau masuk pengurus, namun jangan lupa untuk berkoordinasi dengan KONI.

Baca Juga  Sukses PON XXI Aceh-Sumut 2024, Bukti Kolaborasi dan Kebanggaan Olahraga Nasional

Saiful Bahri yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Pembina Olahraga (IPORA) Aceh ini menggarisbawahi peran vital KONI sebagai payung hukum dan stakeholder utama pembinaan olahraga prestasi di daerah.

Sehingga hubungan kerja sama yang solid antara cabang olahraga dan KONI dinilai sebagai syarat mutlak demi kemajuan prestasi atlet.

“Perlu kami tekankan bahwa KONI adalah stakeholder pembinaan olahraga prestasi,” tutur Saiful Bahri.

Karena itu, koordinasi dan harmonisasi antara cabang olahraga dengan KONI sangat penting agar proses pembinaan tetap berada di jalur yang benar.

Dukung Plt Ketua

Di sisi lain, Ketua Harian KONI Pijay, Saiful Bahri mendukung langkah PSSI Pusat menunjuk Plt Ketua PSSI Aceh, Rudi Yulianto.

Diungkapkannya, penunjukan Plt Ketua PSSI Aceh ini dengan sendirinya membuat estafet kepemimpinan di tubuh PSSI Aceh berlanjut dan tidak terjadi kekosongan.

“Kita mendukung Plt Ketua PSSI Aceh, Bapak Rudi Yulianto untuk membenahi sepakbola Aceh,” paparnya.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *