halaman7.com – Banda Aceh: Dua dari enam pelajar/mahasiswa Gayo asal Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah yang terjebak peperangan di Yaman sedang diupayakan akan dipulangkan ke tanoh Tembuni (tanah kelahiran)
Sejauh ini dilaporkan ada enam pelajar Gayo di Markiz Fyusyh, Kecamatan Tuban, Provinsi Lahj, Yaman Selatan, lima dari Aceh Tengah, satu dari Bener Meriah. Dua mahasiswa University of Science and Technology dan satu lagi mahasiswa Universitas Islam Internasional. Sementara, tiga lagi fokus mulazamah di markiz/masjid Darul Hadits Fyusyh.

Demikian dikabarkan Yusradi Usman al-Gayoni, Diaspora Indonesia Inggris sekaligus Founder World Gayonese Community/Diaspora Gayo Dunia melalui pesan WhatsApp dari London, Inggris, Senin 2 Nopember 2026.
Dijelaskan Yusradi, lokasi Darul Hadits Fyusyh tidak terlalu jauh dari Provinsi Taiz, di mana sedang berkecamuk perang antara Houthi dan militer Pemerintah Yaman. Juga, dikhawatirkan adanya indikasi penyerangan oleh Houthi ke Provinsi Lahj.
Arahan dari pihak Markiz, pindah ke tempat yang lebih aman, seperti Hadromaut, Tarim, atau Syihr. Pilihan kedua, pulang ke tanah air.
Dari enam pelajar Gayo, dua berkeinginan pulang, Ridha Megah Ayu, mahasiswa semester lima jurusan Syariah University of Science and Technology, asal Kedelah Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah dan Baihaki, pelajar Darrul Hadist Yaman, asal Berawang Ramung Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah.
Dikatakan, awalnya, Ridha saja yang ingin pulang. Namun, empat hari lalu pada 29 Oktober 2026, bertambah satu lagi, Baihaki. Dua lagi melihat perkembangan tiga bulan ke depan. Kalau aman, tetap di Yaman. Sebaliknya, kalau tidak aman, kembali ke Indonesia. Sisanya, tetap di Yaman
Saat ini, ungkap Yusradi, keenam pelajar Gayo tersebut sudah dievakuasi ke daerah yang lebih aman, dari Provinsi Lahj ke daerah Tarim.
“Alhamdulillah sudah di Tarim. Jaraknya Takengon-Bireuen kalau di Gayo,” sebutnya.
Eteng-eteng Iyak
Untuk membantu proses evakuasi dan pemulangan pelajar Gayo tersebut, ungkapnya, sejak tanggal 26 Oktober 2026, World Gayonese Community atau Diaspora Gayo Dunia menginisiasi Eteng-eteng Iyak atau Open Donasi.
“Sudah berjalan seminggu. Sementara, sudah terkumpul Rp3,4 juta. Dana yang terkumpul ini, paling tidak, bisa membantu kebutuhan evakuasi dan selama di Tarim. Saya juga komunikasi dengan Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah dan Bupati serta Wakil Bupati Bener Meriah. InsyaAllah Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah akan ikut membantu,” timpal Yusradi.
Yusradi menambahkan, buat masyarakat yang mau membantu, donasi bisa dikirim ke nomor rekening BSI 7257849273 a.n. Ridha Megah Ayu dan dikonfirmasi ke 0813 6122 0435 (Yusradi Usman al-Gayoni, World Gayonese Community/Diaspora Gayo Dunia) atau +967 783 917 565 (Ridho Albaridy).[ril | red 01]

















