halaman7.com – Langsa: Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, mengunggah foto dirinya sedang terpasang infus melalui fitur Instastory di akun Instagram pribadinya, Jumat 3 April 2026.
Unggahan itu muncul sehari setelah aksi unjuk rasa warga terkait penanganan bantuan banjir di kota tersebut.
Dalam foto tersebut, Jeffry terlihat berbaring di sebuah fasilitas kesehatan dengan infus terpasang di tangan. Ia juga menyertakan pesan singkat yang meminta doa untuk kesembuhannya.
“Mohon doa ya, saudaraku,” tulisnya.
Hingga saat ini, Sabtu 4 April 2026, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi kesehatan Jeffry maupun lokasi fasilitas kesehatan tempat ia dirawat. Pemerintah Kota (Pemko) Langsa juga belum memberikan pernyataan terkait hal tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak Pemko Langsa, termasuk kepada Kepala Bagian Protokoler, belum mendapat respons.
Unggahan Jeffry ini malah “mempermalukan” diri sendiri karena beragam komentar miring dari warganet (netizen) publik banyak yang mengatakan ini hanya akting, modus, pura pura sakit, banyak drama bahkan hingga yang mendoakan ditimpa azab. Tak sedikit juga yang mendoakan kesembuhan walikota yang disebut masih bocil tersebut.
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Korban Banjir Kota Langsa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota, Kamis 2 April 2026. Aksi tersebut dipicu kekecewaan terhadap penanganan bantuan banjir yang dinilai tidak merata.
Pantauan di lapangan, massa yang didominasi ibu-ibu mulai berkumpul sejak pukul 10.00 WIB. Mereka menyampaikan berbagai tuntutan terkait pendataan dan distribusi bantuan yang dianggap tidak adil.
Koordinator aksi, Haprizal Roji, menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja Pemerintah Kota Langsa, termasuk Walikota, Jeffry Sentana dan Sekretaris Daerah, Suhartini yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana.
Dalam orasinya, massa juga menyoroti ketidakhadiran wali kota yang disebut sedang berada di luar daerah saat aksi berlangsung. Mereka menilai kepala daerah tidak hadir untuk menemui langsung warga.
“Kita akan melanjutkan aksi ke Kejaksaan dan terus bertahan jika jawaban yang diberikan tidak ada solusi. Kami juga menyiapkan demonstrasi lanjutan apabila data korban banjir masih bermasalah dan tidak merata,” kata Haprizal.[ril | berbagai sumber | Antoedy]
















